Studi Temukan Gejala Terbaru Covid-19 yang Tersembunyi pada Telinga

Senin , 27 September 2021 | 15:00
Studi Temukan Gejala Terbaru Covid-19 yang Tersembunyi pada Telinga
Sumber Foto: Best Health Magazine.
Ilustrasi.

JAKARTA - Hingga saat ini, pandemi terus memengaruhi kesehatan fisik dan emosional kita dengan cara yang berbeda. Sementara virus COVID-19 pun banyak dikaitkan dengan sejumlah komplikasi jangka panjang seperti kerusakan paru-paru, kerusakan jantung, dan gangguan neurologis.

Baru-baru ini, dikutip dari Times of India, Senin (27/9/2021), virus COVID-19 ternyata juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Berdasarkan International Journal of Audiology, 7 hingga 15 persen orang dewasa yang terkena COVID-19 melaporkan gejala audio-vestibular. Gejala yang paling umum terjadi, yakni tinnitus atau telinga berdenging disertai dengan gangguan pendengaran dan vertigo.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Manchester dan NIHR Manchester Biomedical Research Center (BRC) mengungkapkan bahwa gangguan pendengaran terkait dengan infeksi COVID-19.

Sementara dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Royal National Throat Nose and Ear Hospital dan University College London di Inggris, terbukti bahwa COVID-19 dapat memengaruhi pendengaran sejumlah pasien.

Tinnitus
Tinnitus atau sensasi telinga berdenging memengaruhi hampir tujuh belas persen dari semua orang dewasa. Sebagian orang yang didiagnosis dengan tinnitus mengalami gangguan pendengaran yang menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara keduanya.

Lebih lanjut, penelitian menyebutkan bahwa tinnitus merupakan salah satu gejala long-covid yang paling umum yang dapat berlangsung berbulan-bulan setelah infeksi COVID. Pemicunya adalah kondisi psikologis atau emosional, terutama faktor-faktor seperti kualitas tidur yang buruk, kesepian, depresi, dan kecemasan.

Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa gejala pasien dengan tinnitus yang sudah ada sebelumnya menjadi lebih buruk selama pandemi, terlepas dari mereka terkena COVID-19 atau tidak.

Ada beberapa ciri-ciri gejala COVID-19 yang terdeteksi pada telinga seperti berdenyut, berdenging, dan mendesis.

Gangguan Pendengaran dan Pusing
Banyak laporan yang mengatakan COVID-19 mengakibatkan kehilangan atau kesulitan pendengaran. Ada banyak pula laporan kasus gangguan pendengaran mendadak di satu telinga yang disertai dengan tinitus.

Setiap tahun, gangguan pendengaran tidak terduga terjadi pada sekitar 20 orang dari 100.000 orang. Kondisi ini diobati dengan steroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan di telinga bagian dalam. Namun, pengobatan cenderung hanya berhasil jika segera diobati setelah terjadi gangguan pendengaran.

Telinga bagian berfungsi sebagai keseimbangan dan pendengaran. Jika saraf dan jaringan di bagian telinga ini rusak bisa menyebabkan vertigo dan masalah pendengaran. Antibodi yang dibuat oleh tubuh menyerang antigen dan virus COVID-19 terutama terdapat pada area THT dan bisa merusak saraf koklea. Gejala lain COVID-19 yang sering dilaporkan adalah pusing.

Meski begitu, gejala ini cukup sulit membedakannya dengan vertigo yang terjadi akibat kerusakan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam. Meski begitu, diperkiraan vertigo terjadi pada sekitar 11% kasus COVID-19.

Seseorang mungkin merasa seperti kehilangan keseimbangan, berputar dan merasa ingin muntah dan mengalami mual akut. Selain itu, pusing dan vertigo juga dapat terjadi apabila ada peradangan pada saraf vestibular yang berfungsi untuk mengirimkan informasi ke otak tentang koordinasi dan keseimbangan.

Apabila mengalami perubahan mendadak pada gangguan pendengaran, penting untuk segera memeriksakannya ke dokter. (E-4)




Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load