Cara Efektif Atasi Susah Tidur dan Penanganannya

Rabu , 22 September 2021 | 12:46
Cara Efektif Atasi Susah Tidur dan Penanganannya
Sumber Foto: Monev Online.
Ilustrasi.

JAKARTA - Apa yang harus dilakukan apabila mengalami gangguan tidur? Mengapa manusia mengalaminya? Sejumlah pertanyaan ini mengemuka melalui edukasi bincang sehat yang diadakan tim manajemen Siloam Hospitals Jantung Diagram pada platform Zoom yang dipandu ibu Dinda selaku moderator di Cinere Depok. 

Pada edukasi bertajuk "Gangguan Tidur", Dokter Ruth Katrin Goldina dalam keterangannya Rabu (22/9/2021) mengatakan, gangguan tidur dapat diatasi dan disembuhkan atau diatasi  melalui dua hal, yaitu melakukan konsultasi kepada dokter atau merubah pola/kebiasaan beraktivitas dengan dukungan sejumlah faktor yang membuat aktifitas tidur menjadi nyaman. 

"Langkah pertama jika sulit tidur telah mengganggu kenyamanan beraktivitas, maka lakukan konsultasi pada dokter, psikolog atau psikiater. Dan konsultasi ini pun dilihat dari  kasus dan keluhan pasien," tutur dokter  Ruth yang kesehariannya berpraktek tetap di Siloam  Hospitals Jantung Diagram. 

Menurutnya untuk persiapan konsultasi, Ruth Katrin menyarankan agar pasien pengidap 'Somnipati' (gangguan tidur) menyiapkan catatan guna mendeskripsikan penyebab gangguan itu terjadi. 

"Misalnya menyiapkan catatan harian berisikan lamanya waktu saat tertidur, lamanya waktu saat kondisi terbangun, keluhan yang dirasakan dan sejauh mana rasa ketidaknyaman," ungkap dr.  Ruth Katrin Goldina kepada puluhan viewer yang menyaksikan bincang edukasi.

"Dengan rincian catatan ini, dokter atau psikiater dapat menentukan langkah tepat guna mengatasi dan menyembuhkan gangguan sulit tidur," imbuhnya menambahkan. Adapun paska konsultasi, dokter akan melakukan tindakan  pada pasien gangguan tidur,  antara lain:

Pemberian obat dengan dosis terukur, mengarahkan pasien guna memperbaiki pola aktivitas dan faktor lingkungan kamar tidur dan lainnya. "Apabila ditemukan penyakit penyerta, tak kalah penting adalah mengobati penyakit tersebut yang dapat mempengaruhi kualitas tidur. Misalnya penyakit pada organ saraf, pencernaan pun pada gangguan sendi. Itu termasuk faktor pada gangguan tidur," pungkas dr. Ruth katrin Goldina mengingatkan. 

Hal Umum Seputar Gangguan Tidur

Mengacu pada *The Institute for fungtional medicine*, faktor non medis guna mengatasi gangguan tidur, dapat diatasi dengan memenuhi beberapa hal sebagai berikut :

  • Temperatur berkisar 24-26 derajat celcius. Keadaan lingkungan tempat tidur  "kurang cahaya" redup bahkan gelap biasanya lebih nyaman. Lingkungan yang tenang dan tidak bising.Warna ruangan yang lembut. Kenyamanan dari kualitas kasur terbaik. Dan tentunya ruangan tidur yang bersih dan sehat.
  • Gangguan tidur (somnipati), digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu: Parasomnia, adalah pengalaman atau prilaku aneh selama tidur ( sleep walking, nightmare). Dysomnia, gangguan terkait durasi, kualitas dan waktu saat tertidur ( insomnia, hypersomnia, narkolepsi). Apnea obstruktif dikarenakan lemahnya otot "faring" yang menyebabkan kolepsnya saluran napas atas selama tidur berlangsung, umumnya mendengkur hebat, terengah engah, tersedak dan lainnya. 
  • Sebagai tambahan tips guna mendapatkan rasa nyaman saat tidur, Siloam Hospitals Jantung Diagram melalui dokter Ruth Katrin Goldina menyarankan saat waktu malam, konsumsi makan agar tidak terlalu kenyang dan lakukan mengkonsumsi makanan 2 atau 3 jam sebelum waktu tidur di malam hari. Mengenai tidur siang yang baik dan tidak akan mengganggu kualitas tidur pada malam harinya adalah tidur siang optimal hanya 30-45 menit dan usahakan waktu bangun tidak lebih dari pukul 14.00 atau jam dua siang. (E-4)


Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load