Ini Sederet Efek Samping Konsumsi Margarin Bagi Tubuh

Selasa , 21 September 2021 | 12:02
Ini Sederet Efek Samping Konsumsi Margarin Bagi Tubuh
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Margarin merupakan salah satu bahan dasar makanan yang dapat menyatu dengan berbagai macam makanan. Bahkan, ada produsen yang menambahkan garam dan senyawa lain ke dalam margarin untuk menjaga rasa dan tekstur. Namun, jika terlalu banyak mengoleskan margarin ke berbagai macam makanan lain, apakah baik untuk kesehatan?

Sebaiknya hindari margarin yang mengandung tinggi lemak trans. Margarin yang mengandung lemak jahat bisa menimbulkan efek samping seperti kolesterol hingga serangan jantung jika dikonsumsi berlebihan.

Namun, saat anda mendapati margarin yang kandungan lemak transnya lebih tinggi, maka mengonsumsi terlalu banyak bisa meningkatkan kolesterol dan penyakit jantung. Lemak trans juga menurunkan high-density lipoprotein (HDL), atau kadar kolesterol “baik”. Berikut ini beberapa efek samping jika terlalu banyak mengonsumsi margarin, dirangkum dari Halodoc, Selasa (21/9/2021).

1. Mengandung Tinggi Asam Lemak Trans

Efek samping yang ditimbulkan margarin yaitu akibat tingkat lemak trans di dalamnya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa asam lemak trans memang meningkatkan risiko serangan jantung. 

Pada kenyataannya, risiko serangan jantung lebih dari dua kali lipat. Terutama pada mereka yang mengonsumsi banyak margarin, dan mereka yang makan paling sedikit makanan yang mengandung asam lemak trans minyak nabati. Semakin padat margarin pada suhu ruang, maka semakin banyak pula lemak trans yang dikandungnya. 

2. Pemicu Serangan Jantung

Studi lain yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health, orang yang makan sedikitnya tiga sendok makan margarin sehari, memiliki tingkat serangan jantung dua kali lipat dari orang yang makan kurang dari satu sendok makan sehari. Hal ini lebih buruk dibandingkan orang yang makan lemak babi atau mentega. 

3. Meningkatkan Kolesterol

Margarin tidak hanya meningkatkan kolesterol total, tapi juga meningkatkan LDL (kolesterol jahat). Margarin juga menurunkan tingkat HDL atau kolesterol baik. 

4. Menurunkan Kualitas ASI

Studi menunjukan bahwa makanan yang mengandung lemak trans mempengaruhi tingkat lemak trans dalam ASI. Contohnya pada suatu studi, yang membandingkan ASI Kanada dan ASI Cina. Ditemukan bahwa ibu di Kanada memiliki 33 lebih banyak lemak trans dalam susu dibandingkan ibu di Cina. 

5. Menurunkan Respon Kekebalan Tubuh

Perlu diketahui, mengonsumsi asam lemak trans mempengaruhi respon imun dan menurunkan efisiensi respon sel B, serta meningkatkan proliferasi sel T. Hal ini dapat menurunkan respon imun tubuh. 

6. Menurunkan Respon Insulin

Pada kenyataannya, lemak trans dapat meningkatkan kadar insulin darah, sekaligus meningkatkan risiko diabetes. 

Sebelum membeli margarin, sebaiknya pilihlah margarin lunak dibandingkan margarin batangan. Perhatikan juga kandungannya pada kemasan, cari yang tidak mengandung lemak trans dan memiliki jumlah lemak jenuh paling sedikit. Batasi juga jumlah yang kamu konsumsi untuk membatasi kalori. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load