Kenali 5 Gangguan Pada Kelenjar Ludah

Senin , 20 September 2021 | 09:05
Kenali 5 Gangguan Pada Kelenjar Ludah
Sumber Foto: YouTube Fauquier ENT.
Ilustrasi.

JAKARTA - Kelenjar ludah memiliki beragam fungsi penting bagi tubuh, terutama menghasilkan air liur yang berperan dalam proses pencernaan makanan. Namun, untuk beberapa kondisi, kelenjar ludah juga dapat mengalami gangguan sehingga berdampak pada kesehatan tubuh, Minggu (19/9/2021).

Kelenjar ludah terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kelenjar parotis yang terletak di kedua sisi pipi bagian bawah, kelenjar sublingual berada di bawah lidah, dan kelenjar submandibular terdapat di bawah lekuk rahang.

Selain ketiga kelenjar ludah utama tersebut, ada juga kelenjar liur kecil yang tersebar di langit-langit mulut, bibir, lapisan dalam pipi, hidung, rongga sinus, dan tenggorokan. Kelenjar minor ini berukuran sangat kecil sehingga hanya terlihat dengan mikroskop.

Selain menghasilkan ludah, kelenjar ludah juga berfungsi sebagai pelumas mulut agar tidak kering, membantu proses menelan, melindungi gigi dari bakteri, dan membantu pencernaan makanan.Karena peranannya yang begitu penting, kesehatan kelenjar ludah selalu dijaga agar terhindar dari beragam gangguan.

Gangguan pada Kelenjar Ludah

Mengutip www.alodokter.com kelenjar ludah yang mengalami gangguan biasanya ditandai dengan mulut kering, demam, nyeri, pembengkakan, dan ludah terasa tidak enak. Nah, gangguan yang dapat terjadi meliputi:

1. Infeksi virus dan bakteri

Beberapa jenis infeksi virus, seperti gondongan, flu, dan HIV, Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, nyeri sendi, kedua pipi bengkak, dan sakit kepala. Namun, berbeda dengan kelenjar ludah lainnya, kelenjar parotis sering kali terinfeksi bakteri. Gejala yang dapat muncul adalah demam, nyeri, dan bengkak pada salah satu sisi pipi.

2. Batu di kelenjar ludah (sialolithiasis)

Kondisi ini adalah penyebab umum kelenjar ludah membengkak. Sialolithiasis terjadi ketika kelenjar ludah memproduksi air liur secara berlebihan di dalam mulut. Hal ini membuat zat yang terkandung di dalam air liur, seperti kalsium, mengeras dan membentuk batu kecil. Batu ini dapat menyumbat aliran air liur ke mulut, kemudian membuat kelenjar ludah membengkak dan terasa nyeri. Batu yang yang sudah menyumbat total akan menimbulkan rasa nyeri saat makan. Penyumbatan tersebut juga berpotensi menyebabkan infeksi.

3. Infeksi kelenjar ludah (sialadenitis)

Aliran air liur ke dalam mulut yang terhambat dapat menyebabkan infeksi bakteri pada kelenjar ludah. Infeksi ini membuat kelenjar membengkak, menimbulkan benjolan pada lapisan kulit di atasnya, dan mengeluarkan nanah berbau busuk.

Sialadenitis memang lebih sering terjadi pada orang dewasa yang memiliki batu di kelenjar ludah. Namun, tidak menutup kemungkinan dialami juga oleh bayi pada beberapa minggu pertama kelahiran.

4. Sindrom Sjögren

Sindrom Sjögren adalah gangguan autoimunketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar yang mengeluarkan cairan, seperti kelenjar ludah dan air mata. Sekitar setengah dari penderita sindrom Sjögren juga mengalami pembesaran kelenjar ludah di kedua sisi mulut. Namun, pembengkakan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Jika menyerang kelenjar ludah, sindrom Sjögren akan menyebabkan mulut kering, peradangan pada gusi, gigi rusak, sulit mengunyah dan menelan, batuk kering, suara serak, serta sulit berbicara.

5. Kista

Kista dapat terbentuk di kelenjar ludah jika terdapat luka, infeksi, tumor, atau batu yang menyumbat aliran air liur. Namun, ada juga orang yang dilahirkan dengan dengan kista di kelenjar parotis. Kondisi tersebut biasanya diakibatkan adanya gangguan perkembangan telinga. Kista di kelenjar ludah dapat menyebabkan penderitanya sulit makan, berbicara, dan menelan. Terkadang, disertai pula dengan lendir kuning yang mengalir keluar dari kelenjar ludah apabila kista pecah.

Kesehatan kelenjar ludah bisa dijaga dengan rutin merawat kesehatan gigi dan mulut, yaitu dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari dan jangan lupa untuk menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load