Mobil Listrik Indonesia Siap Meluncur Mei 2022

Sabtu , 18 September 2021 | 09:02
Mobil Listrik Indonesia Siap Meluncur Mei 2022
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi mobil listrik.

JAKARTA - Menteri Investasi Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, Indonesia akan mulai memproduksi mobil listrik di bulan Mei 2022.  

Produksi mobil listrik ini merupakan rangkaian dari pembangunan pabrik baterai mobil listrik kerjasama antara konsorsium perusahaan Korea LG dan Hyundai serta konsorsium Indonesia Battery Corporation.

“Pabrik untuk produksi mobil konvensional sudah selesai 100 persen, kemudian untuk produksi mobil listriknya akan dimulai pada bulan Mei 2022. Ini bukan baru akan ya, jangan salah persepsi. Jadi tahun 2022 bulan Mei kita sudah produksi mobil listrik buatan Hyundai,” tegas Bahlil Lahadalia dalam media briefing, Jumat (17/9/2021).

Menurut Bahlil, pembangunan pabrik baterai mobil oleh konsorsium LG dan Hyundai serta konsorsium Indonesia Baterry Corporation yang peletakan batu pertamanya dilakukan pekan kemarin, adalah untuk melengkapi ekosistem industri mobil listrik tersebut. 

“Karena kita memiliki sumber bahan baku yang besar untuk baterai mobil yaitu nikel,” ucap Bahlil. Menurutnya, ada empat bahan baku utama untuk membuat baterai mobil listrik yaitu nikel, kobalt, mangan dan lithium. Dari empat bahan baku itu, yang masih harus diimpor lithiumnya saja.

“Dan kalau dikalkulasi, lithium itu kurang 10 persen dari total komponen pembuatan baterai. Dengan demikian, industri baterai mobil listrik ini, tidak banyak membutuhkan komponen impor,” tambah Bahlil. Di sisi lain, Menteri Investasi / Kepala BKPM mengatakan industri baterai maupun mobil listrik ini nantinya akan menyerap banyak tenaga kerja.

Setelah berproduksi nanti penyerapan tenaga kerja  diperkirakan mencapai 1.100 orang. “Sedangkan di masa konstruksi tenaga kerja langsung yang terserap mencapai belasan ribu orang. Belum lagi tenaga kerja yang tidak langsung,” imbuh Bahlil.

Bahlil optimis, industri baterai dan mobil listrik di Indonesia akan sukses dan akan meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia ke depan. “Apalagi LG dan Hyundai adalah dua perusahaan besar Korea Selatan yang sudah memiliki pasar luas di berbagai negara,” pungkasnya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load