Pentingnya Oximeter untuk Deteksi Oksigen Pasien Covid-19

Kamis , 16 September 2021 | 09:50
Pentingnya Oximeter untuk Deteksi Oksigen Pasien Covid-19
Sumber Foto: Haibunda.com.
Ilustrasi.

JAKARTA - Kasus Covid-19 meningkat pesat setiap hari, banyak tenaga kesehatan menyarankan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah kepada pasien dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG). Mereka disarankan untuk memantau gejalanya serta suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan diarahkan untuk mencari pertolongan medis jika kesehatannya semakin memburuk.

Untuk orang-orang yang sedang menjalani isolasi mandiri, dokter sangat merekomendasikan pemeriksaan kadar oksigen menggunakan oximeter. Dengan alat ini, mereka dapat mendeteksi penurunan oksigen darah sebelum mencapai tingkat bahaya.

Pulse oximeter adalah perangkat yang berfungsi untuk menentukan jumlah saturasi oksigen (SpO2), sehingga orang dapat mengetahui jumlah oksigen dalam darah mereka. Pada orang sehat, tingkat saturasi oksigen normalnya di kisaran 94-99% (kadar SpO2 94%). Namun, pada pasien COVID-19 dengan gejala yang sedang, tingkat saturasi oksigen bisa turun hingga ke angka 90%. Sedangkan, pada pasien dengan gejala yang lebih parah, tingkat saturasi oksigen dapat turun hingga 70% dan seterusnya. Jika sudah sampai tingkat ini, akan sulit untuk pulih dengan cepat dan dapat meningkatkan risiko kematian.

Pentingnya Oximeter Saat Isolasi Mandiri

Terdapat beberapa kasus COVID-19 yang tidak mengalami sesak napas, tetapi setelah diperiksa kadar oksigennya sangat rendah. Berkurangnya oksigen mungkin tidak terasa karena virus corona menyerang paru-paru secara bertahap. Orang-orang yang mengalami ini perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan tingkat oksigen yang rendah sehingga tidak mengalami kesulitan bernapas.

Kondisi tersebut adalah silent hypoxia. Istilah “silent” berasal dari fakta bahwa pasien tidak tampak sesak napas. Mereka menunjukkan tanda-tanda sesak napas seperti terengah-engah, peningkatan laju pernapasan, dan mereka tidak menunjukkan rasa tidak nyaman.

Dalam kasus seperti itu, menggunakan oximeter dapat membantu dengan memperingati pasien untuk segera ke rumah sakit sebelum kondisinya memburuk. Oximeter berperan penting menjadi indikator dalam memberikan sinyal peringatan dini terkait dengan COVID-19. Selain itu, oximeter dapat mendeteksi tingkat keparahan penyakit pada pasien dan “silent hypoxia” pada pasien COVID-19 tanpa gejala. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load