Pasien Covid-19 Komorbid GERD Ternyata Berbahaya

Rabu , 04 Agustus 2021 | 09:12
Pasien Covid-19 Komorbid GERD Ternyata Berbahaya
Sumber Foto: Advanced Laparoscopic Associates.
Ilustrasi.

JAKARTA - Pasien Covid-19 yang memiliki penyakit komorbid dianggap sebagai kondisi yang membahayakan. Hal tersebut, dikarenakan orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu lebih rentan mengalami komplikasi yang parah akibat COVID-19. Bahkan, lebih berisiko mengalami komplikasi yang signifikan.

Baru-baru ini juga disebutkan, jika GERD komorbid berpotensi berbahaya ketika pengidapnya terinfeksi COVID-19. GERD sendiri menjadi penyakit komorbid yang berisiko meningkatkan komplikasi saat terinfeksi COVID-19, dikarenakan masalah anosmia. 

Merangkup dari berbagai sumber, Anosmia itu sendiri juga dapat membuat tubuh seseorang mengalami kehilangan penciuman dan indra perasa. Terkadang kondisi ini membuat penyintas atau pengidap COVID-19 tidak selera makan sehingga melewatkan waktu makan. Padahal, orang dengan gangguan GERD tidak boleh melewatkan waktu makannya. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh UNCW Health Promotion disebutkan pengidap GERD tidak boleh melewatkan waktu makan karena dapat menyebabkan kekambuhan.  Berikut ini sejumlah gejala yang muncul saat GERD sudah kambuh, yaitu:

1. Kesulitan menelan.

2. Gangguan pernapasan.

3. Mual dan muntah.

4. Gangguan tidur.

5. Kerusakan gigi karena asam lambung.

Tidak hanya makan teratur, pengidap GERD disarankan untuk makan dalam porsi kecil 3-4 jam secara perkala. Makan tidak teratur dan melewatkan waktu makan karena tidak selera makan bisa berdampak kepada imun tubuh. Sedangkan orang dengan infeksi COVID-19 perlu menjaga daya tahan tubuhnya sebaik mungkin. Imunitas adalah sumber pertahanan tubuh saat terserang infeksi apapun termasuk COVID-19. 

Itulah sebabnya orang dengan gangguan imun tubuh juga rentan terhadap COVID-19. Selain imunitas, GERD berpotensi berbahaya karena risiko kerusakan kerongkongan akibat asam lambung yang tampaknya menyebabkan peningkatan ekspresi ACE2. 

ACE2 adalah reseptor enzim yang mengikat COVID-19 untuk menembus sel manusia. Asam lambung yang naik ke kerongkongan membuat kita lebih rentan terhadap infeksi virus.

Terjadi peningkatan ekspresi protein ACE2 pada pasien dengan kerongkongan yang mengalami kenaikan asam lambung. Hal itu membuat tim peneliti dari Sao Paulo Research Foundation sepakat kalau asam lambung dapat menjadi faktor risiko COVID-19 lebih parah. 

Maka dariitu, masih perlu ada penelitian lebih lanjut yang menjelaskan kaitan GERD komorbid dan komplikasi COVID-19. Untuk saat ini, jika anda mengidap GERD ataupun gangguan pencernaan lainnya, ada baiknya untuk lebih memerhatikan kesehatan dan mengelola gejala lebih telaten lagi. Periksakan diri ke dokter dan lakukan vaksinasi untuk pencegahan COVID-19. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load