Ini Gejala COVID-19 yang Masih Bisa Muncul Usai Sembuh dari Infeksi

Minggu , 01 Agustus 2021 | 10:00
Ini Gejala COVID-19 yang Masih Bisa Muncul Usai Sembuh dari Infeksi
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sebuah studi observasional Pasca-Corona di India Utara mengungkapkan beberapa gejala COVID-19 masih muncul, meski setelah sembuh. Namun, gejala tersebut cenderung akan mereda dalam waktu beberapa minggu.

"Implikasi dari penelitian ini adalah gejala akan muncul pada pasien yang pulih dari COVID, tetapi cenderung mereda atau sembuh selama beberapa minggu," kata Dr Naveet Wig, HOD, dari Department of Medicine, AIIMS, yang dikutip dari Live Mint, Sabtu (31/7/2021). "Mereka tidak perlu panik, dan harus berkonsultasi dengan dokter lokal mereka yang akan merawat mereka secara memadai," imbuhnya.

Pernyataan tersebut didapatkan dari studi pra-peer-review yang dilakukan pada 1.234 relawan pasien yang sudah 2 minggu sembuh dari COVID-19 berusia di atas 18 tahun. Studi ini dilakukan di pusat kesehatan tersier di India Utara antara bulan Oktober 2020 dan Februari 2021.

Hasilnya, sekitar 40 persen pasien masih mengalami gejala pada bulan pertama pasca sembuh dari COVID-19, 22 persen masih memiliki gejala selama 1-3 bulan, dan 10 persen masih merasakan gejala hingga lebih dari 3 bulan. Beberapa gejala umum yang dilaporkan masih terjadi pada pasien usai sembuh dari COVID-19, yaitu:

  • Nyeri tubuh
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk
  • Gangguan tidur
  • Gangguan mood

"Pola yang jelas muncul bahwa meskipun gejala COVID-19 panjang yang umum dan bervariasi, mereka cenderung pulih pada sebagian besar pasien selama beberapa minggu dan hanya 10 persen yang memiliki gejala yang bertahan lebih dari 3 bulan. COVID yang parah dan pasien dengan hipotiroidisme lebih mungkin mengalami gejala ini," ujar Dr Wig.

"Gejala pasca-COVID adalah komplikasi COVID-19 yang dikenali dengan baik, tetapi kurang dihargai. Meskipun gejalanya mungkin lebih umum pada pasien yang memiliki penyakit sedang hingga berat, itu dapat dilihat juga pada pasien yang tidak menunjukkan gejala atau memiliki penyakit ringan," jelas Associate Professor Departemen Kesehatan (AIIMS) Dr Neeraj Nischal. "Gejalanya bisa dari gejala pernapasan, gejala psikologis, hingga multisistem yang luas," lanjutnya.

Meski begitu, Dr Nischal mengungkapkan gejala ini bisa hilang seiring waktu tanpa banyak intervensi medis. Caranya dengan menjaga pandangan positif dan menjalani hidup secara normal tanpa terbebani obat ini. Cara lainnya bisa dengan melakukan latihan pernapasan, diet yang seimbang, dan melakukan aktivitas fisik secara bertahap. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load