Cara Agar Indra Penciuman Kembali Normal saat Corona

Senin , 26 Juli 2021 | 14:16
Cara Agar Indra Penciuman Kembali Normal saat Corona
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi.

JAKARTA - Hilang indra penciuman atau anosmia menjadi salah satu keluhan paling umum pada pasien COVID-19, termasuk pasien dengan gejala derajat ringan. Selain tak nyaman, gejala ini kerap membuat nafsu makan menurun lantaran kemampuan mengecap rasa ikut terganggu. Lalu, bagaimana cara agar indra penciuman kembali normal?

Menurut penelitian oleh Journal of Internal Medicine, 95 persen pasien COVID-19 mendapatkan kembali indra penciumannya. Pada kasus yang berat, bisa dalam waktu 6 bulan.

Namun umumnya, anosmia bersifat sementara dan bisa hilang dengan sendirinya, khususnya pada pasien COVID-19. Namun tanpa pengobatan medis, ada perawatan yang bisa dicoba di rumah oleh pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman), misalnya melatih penciuman.

"Pelatihan penciuman adalah perawatan utama. Dalam pelatihan penciuman, pasien mencium serangkaian empat bau kuat yang dapat ditemukan di rumah seseorang, atau dalam bentuk minyak esensial," ujar dokter spesialis THT dr Nicole Aaronson, MD, MBA, CPE, FAAP, FACS, dikutip dari Healthline, Senin (26/7/2021).

"Setiap aroma dihirup dengan lembut selama 20 detik. Proses ini diulang tiga kali sehari selama 6 minggu. Komitmen jangka panjang biasanya diperlukan untuk melihat peningkatan," lanjutnya. Untuk melatih penciuman, berikut beberapa cara agar indra penciuman kembali normal:

1. Hirup aroma minyak kayu putih

Minyak kayu putih adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan untuk melatih penciuman pada pengidap anosmia. Tak heran, kini banyak masyarakat yang menyetok minyak kayu putih di rumah, mengingat anosmia adalah gejala awal paling umum dialami pasien COVID-19.

Dikutip dari Times of India, untuk mengobati anosmia, minyak kayu putih bisa diendues berulang kali selama 30 detik. Lakukan hal ini sekitar 2 kali dalam seminggu.

Jika tidak ada minyak kayu putih, bisa menggunakan makanan seperti jeruk, lemon, atau minyak beraroma tinggi lainnya. Langkah ini dipercaya bisa melatih otak untuk kembali mengenali rasa dan bau.

2. Konsumsi bawang putih

Kaya akan antioksidan, bawang-bawangan termasuk bawang putih dipercaya memiliki sederet manfaat terkait anti inflamasi dan kesehatan jantung. Namun di samping fungsi tersebut, aroma menyengat bawang putih bisa diandalkan untuk memulihkan anosmia secara perlahan. Sebab, sifat anti inflamasi asam ricinoleic penyusun aktif bawang putih dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan dalam saluran hidung.

Selain itu, bawang putih bersifat antibakteri sehingga bisa membersihkan endapan dahak pada saluran hidung dan membantu melegakan pernapasan. Caranya, hancurkan 4-5 bawang putih dan masak dengan air mendidih selama 2 menit. Minum larutan hangat ini sebanyak 2 kali sehari.

3. Kunyah jahe

Jahe adalah bahan dapur yang sudah turun-temurun digunakan sebagai obat flu dan pelega tenggorokan. Selain berkat aroma yang kuat, kandungan aktif gingerol pada jahe memberikan rasa yang kuat sehingga bisa merangsang indera perasa dan penciuman.

Jahe juga bersifat antimikroba sehingga kerap diandalkan sebagai ekspektoran alami, membantu infeksi di saluran hidung dan membersihkan partikel rematik dari hidung. Jika mau, potongan jahe bisa dikunyah langsung. Cara lainnya, jahe bisa diseduh menjadi teh untuk secara perlahan mengembalikan indra penciuman.

4. Minum lemon

Rasa asam yang kuat membuat lemon boleh dicoba untuk melatih indra perasa dan penciuman. Namun jika ingin dikonsumsi dalam dalam hidangan yang lebih nyaman, perasan lemon bisa dicampur dengan madu, atau diseduh dengan teh hangat.

Selain melatih penciuman sebagai cara agar indra penciuman kembali normal, lemon dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya akan vitamin C dan antioksidan. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load