Beda Sesak Napas Gejala COVID-19 dan Asma yang Wajib Diketahui

Senin , 21 Juni 2021 | 15:44
Beda Sesak Napas Gejala COVID-19 dan Asma yang Wajib Diketahui
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sesak napas bisa disebabkan oleh faktor apa saja, misalnya asam lambung naik, masalah pada tekanan darah, hingga infeksi COVID-19. Tetapi, kondisi ini juga sering diartikan sebagai gejala dari penyakit asma.

Sesak napas akibat COVID-19 bisa membuat orang yang mengalaminya sulit bernapas, sehingga merasa seolah-olah kehabisan napas. Selain itu, dada terasa terlalu kencang untuk bernapas, dan terasa seperti bernapas melalui sedotan.

Lalu, bagaimana cara membedakan gejala sesak napas COVID-19 dan penyakit asma? Menurut Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), ada beberapa hal yang bisa dipahami untuk membedakan sesak napas COVID-19 dan asma.

Sesak napas karena asma

Salah satu tanda yang bisa menjadi pembeda antara sesak napas COVID-19 dan asma adalah dari lamanya durasi sesak napas. Pada pengidap penyakit asma, sesak napas yang dialami bisa berlangsung dalam waktu yang singkat hingga berjam-jam.

Selain itu, sesak napas pada pengidap asma sering disertai dengan gejala lainnya, yaitu mengi atau napas bunyi. Penderita asma juga biasanya tidak mengalami demam, kecuali disertai dengan infeksi pada saluran pernapasannya. Sesak napas yang dirasakan itu juga tidak menimbulkan rasa nyeri pada otot.

Sesak napas COVID-19

Sementara sesak napas akibat infeksi COVID-19, bisa berlangsung cukup lama, sekitar 7-25 hari. Berbeda dengan penderita asma, gejala sesak napas COVID-19 ini tidak disertai dengan napas yang berbunyi.

Sesak napas ini termasuk gejala yang cukup sering dialami pasien COVID-19. Biasanya, gejala ini disertai dengan gejala khas lainnya, seperti batuk kering, nyeri sendi atau otot, dan demam. Sesak napas yang dialami pasien COVID-19 bisa ringan, bisa juga cukup parah dan berlangsung lama. Namun, pada kasus lain itu bisa menyebabkan pneumonia, ARDS, dan disfungsi atau kegagalan multi-organ.

Kenapa pasien COVID-19 bisa mengalami sesak napas?

Dikutip dari Medical News Today, saat virus Corona menginfeksi jaringan paru, virus itu akan menyebar dengan cepat dan bisa mempengaruhi sel-sel epitel yang melapisi saluran udara. Setelah itu, sistem kekebalan akan merespons dengan melepaskan sel yang menyebabkan peradangan pada jaringan yang terkena virus.

Saat respons imun inflamasi terus terjadi, ini yang akan menghambat transfer gas secara teratur, termasuk oksigen, di paru-paru dan cairan bisa menumpuk. Hal inilah yang bisa menyebabkan pasien COVID-19 sesak napas. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load