Ini 7 Cara Mencegah Penularan Varian Delta

Senin , 21 Juni 2021 | 10:33
Ini 7 Cara Mencegah Penularan Varian Delta
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Saat ini, kasus varian baru Corona terus bertambah di Indonesia. Terakhir, dilaporkan terdapat sekitar 140 kasus varian baru yang telah diidentifikasi.

Varian baru yang telah diidentifikasi di Indonesia adalah varian Alpha (B117) yang ditemukan di Inggris, varian Beta (B1351) yang ditemukan di Afrika Selatan, serta varian Delta (B1617.2) yang ditemukan di India dan disebut lebih cepat menular.

Selain dengan lebih mengintensifkan tracing kasus baru, pencegahan penularan varian baru Corona juga bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa protokol sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Berikut 7 cara untuk mencegah risiko tertular varian baru Corona yang dikutip dari Healthline.

1. Kurangi waktu berkumpul

Kegiatan kumpul-kumpul bersama keluarga dan teman-teman seringkali memicu munculnya klaster Corona. Meski termasuk ke dalam lingkungan yang dekat, pastikan hanya melakukan kontak seminimal mungkin mengingat saat ini terdapat varian baru Corona yang disebut lebih cepat menular.

"Setiap orang yang menghabiskan waktu bersama Anda di dalam ruangan yang tinggal di luar rumah meningkatkan risiko Anda terpapar COVID-19 dan membuat pelacakan kontak lebih sulit," sebut pakar mikrobiologi Jason Tetro.

Meski sulit dilakukan, hal ini penting untuk dilakukan agar pandemi COVID-19 bisa segera teratasi dan dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.

2. Batasi waktu 'shopping' di luar rumah

Di tengah banyaknya kasus varian baru Corona, penularan virus ini bisa menjadi dua kali lipat lebih tinggi. Untuk itu, para ahli menyarankan agar masyarakat melakukan kegiatan belanja makanan hingga pakaian melalui aplikasi online.

"Daripada berbelanja makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya dengan santai, cobalah persingkat waktu di luar, dengan berbelanja offline," jelas Scott Braunstein, direktur medis Sollis Health di Los Angeles.

"Jika memungkinkan, gunakan opsi seperti delivery atau penjemputan di tepi jalan untuk mengurangi risikO terpapar COVID-19," sarannya.

3. Waspadai klaster tempat ibadah

Menurut hasil survei ahli epidemiologi, tempat ibadah termasuk tempat risiko tinggi penularan virus Corona. Tempat lainnya yang juga berisiko tinggi yaitu restoran dalam ruangan, panti jompo, bar, hingga penjara.

"Kita lihat, keramaian pertemuan dengan nyanyian dan partisipasi vokal lainnya bisa menyebar secara masif," kata Tetro.

"Berdoa di rumah mungkin tidak terasa senyaman bersama sesama jemaat, tetapi itu akan membantu Anda merasa aman. Layanan luar ruangan dan virtual juga dapat menghubungkan Anda dengan komunitas religius dan mengurangi risiko bagi siapapun," jelasnya.

4. Waspada saat kembali bekerja dan sekolah

Bagi mereka yang masih harus bekerja di luar rumah, para pakar menyarankan untuk tetap berhati-hati pada tempat atau ruangan yang memiliki ventilasi buruk.

Pasalnya, banyak kasus hingga klaster COVID-19 diawali dari lingkungan pekerjaan. Ini mungkin terjadi akibat banyaknya karyawan yang melakukan rapat atau bekerja di dalam ruangan berventilasi buruk, sehingga risiko penularan semakin besar.

"Banyak infeksi didapat melalui kontak di tempat kerja, jadi pastikan untuk terus melakukan jarak sosial di tempat kerja, memindahkan rapat atau pertemuan lain di luar, jika memungkinkan, atau virtual," katanya. Tak hanya itu, ini juga berlaku pada sejumlah negara yang sudah kembali membuka sekolah. Penting untuk selalu diawasi, jumlah siswa yang hadir di setiap kelas tak melebihi batas maksimal.

"Tempat pembelajaran sekolah juga harus mengurangi jumlah siswa, atau dipindahkan ke luar ruangan, jika cuaca memungkinkan," kata Braunstein.

5. Perlu pakai masker dobel?

Penggunaan masker dobel atau double masking kini disarankan oleh banyak ahli, termasuk oleh pakar penyakit menular AS Anthony Fauci. Hal ini juga dinilai lebih efektif untuk mencegah penularan varian baru Corona yang saat ini sudah semakin menyebar. Meski begitu, Tetro menyebut tidak perlu menggunakan masker ganda, jika masker yang digunakan sudah terdiri dari 2-3 lapisan.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa ini cukup untuk menghentikan cukup banyak tetesan agar tidak masuk. Ingat, masker apa pun harus dipakai dengan benar, diketatkan di atas hidung dan di sekitar dagu," kata Tetro. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load