Lansia Diajak Hidup Aktif dan Produktif

Jumat , 11 Juni 2021 | 12:46
Lansia Diajak Hidup Aktif dan Produktif
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr.(H.C) dr.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K)  mengatakan jumlah penduduk lansia di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan dan menjadi tantangan tersendiri untuk bangsa Indonesia. 

"Jumlah lansia yang semakin besar, menjadi tantangan dalam berbagai aspek kehidupan, baik kesehatan, sosial, ekonomi, maupun lingkungan agar dapat mempersiapkan lansia yang tangguh yaitu lansia yang sehat, akif, mandiri dan produktif serta bermartabat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, maupun masyarakat dalam mewujudkan Lansia Tangguh," kata Hasto dalam rilis yang diterima RRI, Rabu (10/6/2021).

Sementara Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) pada 29 Mei merupakan momentum untuk menigkatkan kepedulian dan penghargaan terhadap penduduk lanjut usia atau lansia, hari di mana mengapresiasi atas semangat jiwa raga serta peran penting dan strategi para lanjut usia Indonesia.

Melalui Virtual Meeting pada acara Webinar "Menjadi Lansia Bahagia dan Sejahtera, Dimanapun, Kapanpun Lansia Bahagia Bersama Keluarga” Hari Lanjut Usia Nasional Ke-25 yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2021 sekaligus sebagai Rangkaian Hari Keluarga Nasional Ke-28 yang jatuh pada 29 Juni 2021, Hasto menambahkan Lansia banyak sekali permasalahannya seperti pada kelompok lansia perempuan, di antaranya adalah masalah kesehatan.

"Seperti kanker mulut rahim, kanker payudara. Populasi kelompok lansia perempuan ini lebih banyak dibanding populasi kelompok lansia laki-laki, sehingga harapan hidup lansia perempuan lebih panjang. Salah satu yang dihadapi perempuan adalah sindroma menopause. Muncul gejala penurunan gairah seksual, ada hot flashes atau sensasi panas, ada gangguan tidur, nyeri saat berhubungan seksual,” tambah Hasto.

Menanggapi hal itu Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat Dr.Tan Shot Yen menambahkan di era saat ini kaum muda pun sudah bisa dianggap Lansia. Karena pola hidup yang tidak sehat dan kesehatan yang sudah tidak fit lagi. Misalnya ciri-ciri penuaan dini yang sudah tampak di kaum milenial. Bukan hanya soal kerut wajah saja tetapi ada beberapa gejalanya misalnya kelebihan lingkar pinggang, rontok rambut dan bulu juga kering pada kulit.

"Haid tidak teratur, tidur tidak berkualitas karena sering terbangun juga menambah masalah kesehatan pada lansia jika tidak dibarengi dengan pola makan yang tidak benar, tuturnya. Untuk itu Deasy Ori Indriowati Psikolog dan Dosen mengajak keluarga dapat memperhatikan para Lansia dengan mengatur pola hidupnya dan mengontrol emosi Lansia.

“Saat lansia mampu beraktifitas sendiri, itu adalah hal yang luar biasa. Yakin bahwa meskipun lansia, tapi tetap sehat dan diimbangi dengan pola makan yang sehat, kemudian dukungan dari keluarga tidak bisa dielakkan lagi lansia butuh ¬support butuh diajak komunikasi butuh ditemani agar kebutuhan emosionalnya dan rasa kesepian teratasi bisa merasa bahagia, bijak dan arif dalam menghadapi permasalahan," ajak Deasy.

Diketahui berdasarkan data BPS 2020 jumlah penduduk lansia Indonesia diperkirakan telah mencapai 26,82 juta jiwa dari total perkiraan jumlah penduduk (9,92 persen), sehingga penduduk Indonesia mulai berada pada ageing population. Hal ini karena gencarnya pembangunan kesehatan dan sosial ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, sehingga usia harapan hidup penduduk Indonesia mengalami peningkatan. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load