Timbulkan Kerumunan, McD Tetap Layani BTS Meal

Kamis , 10 Juni 2021 | 14:01
Timbulkan Kerumunan, McD Tetap Layani BTS Meal
Sumber Foto: McDonald's Indonesia.
Toko McDonalds.

JAKARTA - Mc Donald Shinta di Jalan Teuku Umar masih melayani pemesana paket BTS Meal melalui drive thru mulai pukul 11.00-14.00 WIB hingga satu bulan kedepan.

Sejatinya, efek dari menu hasil kolaborasi dengan grup vokal asal Korea Selatan itu telah membuat kerumunan dan kemacetan arus lalulintas. Salah satu karyawan Mc Donald Shinta, Novi mengatakan, penesananya mulai hari ini (Kamis 10 Juni 2021) tidak bisa melalui aplikasi atau secara online.

"Penesannya juga tidak bisa langsung, hanya drive thru dan itu dalam satu hari hanya tiga jam saja," ujarnya kepada rri.co.id, Kamis (10/6/2021). Menurut Novi, gerai siap saji dengan icon badut berwarna merah ini masih tetap melayani penesanan paket BTS Meal hingga tanggal 7 Juli 2021 mendatang.

"Kami buka pemesamannya mulai pukul 11.00 hingga pukul 14.00 WIB saja dan hanya bisa dilakukan secara drive thru," tutur Novi. Diketahui, akibat diluncurkannya paket tersebut menghebohkan masyarakat hingga terjadi antrean panjang dan membuat kemacetan arus lalulintas di Kota Tangerang ini.

Mc Donald,s dibanjiri oleh para ojek online serta pengunjung yang hendak membeli paket Menu BTS Meal, hasil kolaborasi McD dengan grup vokal asal Korea Selatan.

Alhasil, terjadi antrean panjang hingga ke bahu jalan Teuku Umar dan menbuat kemacetan panjang arus lalulintas.Petugas dari kepolisian Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Tangerangpun diterjunkan untuk mebertibkan lokasi ini.

Namun, petugas tidak melakukan tindakan menutup operasional Mc Donald walaupun situasinya terjadi pelanggaran protokol kesehatan yakni mengabaikan jaga jarak. Efek BTS Meal di McDonald's, sejumlah outlet McDonalds tutup sementara di layanan pesanan layanan online. Hal itu terlihat dari layanan di Grab Food McDonalds Tangerang yang menutup sementara layanan online tersebut. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load