Waspada Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Cepat Tua

Kamis , 20 Mei 2021 | 09:56
Waspada Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Cepat Tua
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Penuaan akan terjadi pada setiap orang. Akan tetapi, ada kebiasaan tertentu yang bisa membuat seseorang menua lebih cepat dari usia yang sebenarnya. Yang patut disadari bahwa penuaan memang tidak bisa dihindari. Hanya saja, Anda dapat mencegah proses 'penuaan' lebih cepat terjadi.

Menurut Stephen Anton, ahli dari Institute on Aging di Department of Aging & Geriatric Research di University of Florida Health, bahwa itu dapat diwujudkan dengan memadukan antara kesehatan, kebahagiaan, dan kualitas hidup yang baik. Meskipun ada komponen genetik pada penuaan, cara Anda hidup juga penting.

"Sangat jelas bahwa ada kebiasaan tertentu yang dapat memperpendek umur kita," kata Anton dilansir dari laman CNN Indonesia. Berbagai cara ditempuh agar tampilan selalu tampak muda. Mulai dari berpakaian ala anak muda, menggunakan krim antipenuaan, hingga melakukan tindakan peremajaan kulit.

Penuaan memang tidak melulu soal penampilan. Penuaan terjadi pada berbagai organ di dalam tubuh. Namun tanpa disadari, banyak dari kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari justru malah bisa bikin cepat tua. Berikut kebiasaan sehari-hari yang membuat diri cepat tua, seperti dikutip LiveStrong (20/5/21).

1. Merokok

Kebiasaan merokok berpotensi membuat seseorang terlihat bertahun-tahun lebih tua dari sebenarnya. Itu karena rokok mengandung bahan kimia yang setelah dikepulkan jadi asap bakal mendampak kulit, gigi, mata, dan rambut.

Belum lagi deretan masalah kesehatan akibat merokok berlebihan yang juga memicu penampilan seseorang jadi lebih tua dari usia aslinya. Beberapa di antaranya adalah kerusakan serius pada mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

2. Begadang dan makan terlambat

"Tidur memulihkan pikiran dan tubuh dengan membiarkan sel-sel memperbaiki dan meremajakan," kata Anton. "Sangat penting untuk kesehatan, setara dengan diet sehat dan aktivitas fisik. Ini adalah tiga faktor utama untuk penuaan," katanya.

Setiap orang membutuhkan jumlah waktu tidur yang berbeda, tetapi rekomendasi umum adalah menutup mata setidaknya tujuh jam setiap malam. Kuncinya adalah Anda harus bangun dengan perasaan sudah cukup istirahat.

Terakhir, hindari makan makanan berkalori tinggi, tinggi lemak dan tinggi gula atau minum banyak alkohol terlalu dekat dengan waktu tidur. "Perilaku tersebut mengganggu tidur dan mengganggu kemampuan tubuh untuk melalui proses kontrol kualitas sel yang penting," kata Anton.

Proses tersebut adalah saat sel mengeluarkan limbah berupa racun atau sel yang rusak sehingga dapat memperbaiki dan meremajakan agar dapat berfungsi secara lebih sehat.

3. Makan Junk Food

Hal menyedihkan tentang makan junk food berlebihan adalah menempatkan seseorang ke dalam lingkaran setan. Makanan cepat saji mungkin terasa enak tetapi membuat perut kembung, merasa lelah, dan kondisi tubuh tidak enak.

Karena tubuh terasa tidak enak, seseorang relatif menghindari melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan mood dan energi. Siklus tersebut kemudian berulang dan lama kelamaan berat badan bertambah.

4. Terlalu banyak duduk

Tidak banyak bergerak merupakan faktor risiko sejumlah penyakit. Menurut Anton, aktif bergerak memiliki pengaruh penting pada kesehatan. Oleh karenanya, ia menyarankan untuk berjalan-jalan selama beberapa menit setiap jam.

Spesialis geriatrik di Keck Medicine of USC di Los Angeles, Carolyn Kaloostian menambahkan bahwa faktor terpenting dalam penuaan dengan baik adalah olahraga. "Ini membantu menjaga ketahanan. Ketahanan itulah yang membuat kita tidak menua," katanya.

Hati-hati jika Anda terlalu banyak duduk, karena hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, penyakit jantung, kanker, dan tentu saja obesitas.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Australia pada 230.000 partisipan, dilaporkan bahwa mereka yang tidur berlebihan (lebih dari 9 jam setiap hari), duduk terlalu lama (lebih dari 7 jam setiap harinya), dan kurang berolahraga (kurang dari 150 menit per minggu), mengalami peningkatan risiko 4 kali lebih tinggi kematian dini akibat berbagai penyakit.

5. Jarang Berolahraga

Beberapa orang berolahraga hanya ketika merasa bersalah tentang bobot tubuh atau guna menyiapkan penampilan di acara penting. Padahal, kunci dari mendapatkan manfaat baik olahraga adalah melakukannya secara teratur.

Berolahraga secara teratur membantu menjaga kebugaran, tingkat energi, dan bonusnya penampilan yang prima. Artinya, tidak perlu melakukan aktivitas fisik secara berlebihan untuk tampil terbaik di acara besar sewaktu-waktu.

6. Banyak konsumsi makanan manis

Makanan atau minuman yang banyak mengandung gula seperti donat, kue-kue, dan soda dapat mempercepat terjadinya kerutan pada wajah Anda. Gula yang terkandung di dalam makanan akan membentuk advanced glycation end products (AGE) di dalam tubuh. Yang paling cepat mengalami kerusakan adalah kolagen dan elastin, yaitu serat protein yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kenyal dan elastis. Akibatnya, kulit Anda akan menjadi lebih mudah berkerut dan kendur.

7. Gemar mengonsumsi alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan tidak hanya buruk untuk kesehatan, tapi juga dapat mempercepat terjadinya penuaan dini pada wajah. Alkohol bersifat hepatotoksin atau dapat merusak hati. Toksin atau racun dari alkohol dapat merusak sel-sel di dalam tubuh. Tak terkecuali sel-sel di kulit. Selain itu, alkohol juga dapat membuat dehidrasi pada kulit dan membuatnya kering. Kulit yang kering akan lebih mudah berkerut. 

8. Kurang makan sayuran

Anda mungkin sudah berulang kali mendengar anjuran untuk makan lebih banyak sayuran. Anjuran itu benar adanya. Pasalnya, melewatkan sayuran akan merugikan kesehatan Anda. "Dasar kesehatan Anda adalah makanan [yang Anda makan]," kata Kimberly Gomer, ahli nutrisi di Pritikin Longevity Center + Spa di Miami.

Dia mengungkapkan bahwa pola makan nabati yang kaya sayuran menyediakan banyak serat - nutrisi anti kanker yang sehat untuk jantung, pengatur insulin - dan vitamin, mineral, dan fitonutrien pelindung.

Dan jika Anda sudah kenyang dengan sayuran, Anda juga tidak mengonsumsi jenis makanan olahan yang tinggi gula, garam, dan lemak yang memicu peradangan penyebab penyakit. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load