Bahaya Makanan Sering Dihangatkan

Minggu , 16 Mei 2021 | 10:58
Bahaya Makanan Sering Dihangatkan
Sumber Foto: Fondation Louis Bonduelle.
Ilustrasi.

JAKARTA - Berbicara mengenai makanan, biasanya setiap keluarga memiliki sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi. Makanan yang tidak habis ini seringkali dipanaskan agar tidak basi. Selain itu, pemanasan makanan juga dilakukan karena banyak orang menyukai mengonsumsi makanan yang hangat.

Sisa lauk atau makanan boleh saja dipanaskan, tetapi sebaiknya hanya satu kali saja. Sebab semakin sering makanan melalui proses pemanasan danpendinginan, maka semakin tinggi risiko timbulnya racun pada makanan. Proses pemanasan berulang-ulang mampu mengubah zat pada makanan menjadi karsinogenik yang dapat memicu timbulnya sel kanker.

Proses pendinginan juga akan membuat bakteri mudah berkembang biak dan dapat bertahan hidup ketika proses pemanasan makanan tidak dilakukan dengan tepat, terlebih jika pemanasan bahan seperti kacang-kacangan, daging, ikan, dan telur. Jika dibiarkan lebih dari dua jam di udara terbuka, bahan makanan ini berisiko dikembangbiaki oleh bakteri sehingga mudah rusak dan berbahaya jika dikonsumsi.

Apabila tidak langsung dimakan maka akan lebih aman apabila makanan disimpan di dalam kulkas untuk mencegah perkembangan bakteri (bakteri dapat berkembang biak pada suhu 4-60 derajat celsius). Makanan ditempatkan pada box tertutup, lalu disimpan dalam kulkas dengan suhu di bawah 4 derajat celcius. Ketika ingin memanaskan kembali, pastikan suhunya mencapai 74-80 derajat celsius. Makanan yang dipanaskan lebih dari suhu tersebut dapat merusak kandungan gizinya.

Ketahui beberapa jenis makanan yang bisa berdampak buruk pada kesehatan ketika dipanaskan secara berulang, yaitu:

1. Nasi

Food Standards Agency (FSA), badan pengawasan standar makanan di Amerika Serikat, meyebut bahwa nasi adalah salah satu makanan yang harus diwaspadai untuk dihangatkan kembali.

"Nasi yang dibawa pulang atau pakai pesan antar idealnya harus segera dikonsumsi, terutama nasi goreng telur atau nasi gurih yang sering dikaitkan dengan bakteri Bacillus cereus, penyebab keracunan makanan," katanya, dikutip dari Independent (16/5/21).

Melansir Healthline (16/5/21), memanaskan nasi dengan cara yang tidak tepat atau kurang baik dapat menyebabkan keracunan pada seseorang yang mengonsumsinya. Sebaiknya masak nasi dengan baik, nasi yang tidak dimasak dengan baik dapat memiliki kandungan bakteri Bacillus cereus yang tahan terhadap panas dan dapat bertahan hidup. 

Hindari meletakkan nasi pada suhu ruangan, jika kamu ingin menyimpan nasi, sebaiknya simpan pada lemari pendingin, dan panaskan saat akan dikonsumsi. Hangatkan kembali nasi dengan microwave atau oven.

2. Sayuran Hijau

Sebaiknya langsung habiskan sayuran hijau yang kamu masak. Melansir NDTV Food, sayuran hijau yang dipanaskan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sayuran hijau memiliki kandungan nitrat yang cukup tinggi, sehingga ketika dipanaskan kembali akan melepaskan sifat karsinogenik yang memicu penyakit kanker.

Selain itu, sayuran hijau juga umumnya memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Memanaskan makanan dengan kandungan zat besi memicu oksidasi zat besi yang meningkatkan risiko penyakit kronis. Beberapa jenis sayuran tertentu seperti bayam, kangkung, seledri, lobak, wortel, memiliki kandungan nitrat tinggi.

Sayuran kaya nitrat ketika dipanaskan berulang kali bisa berubah menjadi racun, karena melepaskan karsinogenik yang bersifat kanker. Selain itu, sayuran hijau yang dihangatkan berulang dapat mengoksidasi kandungan zat besi. Oksidasi zat besi menghasilkan radikal bebas berbahaya sebagai sumber penyakit.

3. Telur

Kandungan protein dalam telur tentunya sudah tidak diragukan lagi. Namun, telur yang dipanaskan berulang kali dapat berdampak buruk pada kesehatan. Sebaiknya segera habiskan telur yang dimasak dan jangan panaskan telur secara berulang. Makanan yang memiliki kandungan protein tinggi mengandung banyak nitrogen. Nitrogen dapat teroksidasi akibat proses pemanasan yang berulang dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

4. Makanan Bersantan

Makanan yang mengandung santan lalu dipanaskan lebih dari satu kali, membuat kandungan asam lemaknya berubah menjadi lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol jahat.

Terlalu banyak LDL (lemak jahat) dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah, serta menyumbat aliran darah ke jantung dan otak. Di samping itu dampak buruk lain dari kelebihan lemak jahat berisiko sebabkan penyakit jantung, obesitas serta stroke.

Selain kehilangan nutrisi baik, bahaya makanan dihangatkan juga terbukti bisa menjadi penyakit mematikan. Untuk itu sangat disarankan tidak berlebihan dalam mengolah makanan. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load