Ini Manfaat Kandungan Flavanol dalam Cokelat

Minggu , 09 Mei 2021 | 10:37
Ini Manfaat Kandungan Flavanol dalam Cokelat
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Cokelat tentunya sudah bukan hal yang asing lagi bagi banyak orang. Namun tak banyak yang tahu manfaat cokelat itu. Cokelat yang berasal dari biji buah kakao memiliki kadar antioksidan lebih tinggi dari buah lainnya.

Dalam bahasa Yunani, cokelat atau Theobroma Cacao juga berarti makanan dewa-dewa. Pada ribuan tahun lalu, bangsa Maya di Amerika Selatan menganggap kakao sebagai komoditi yang sangat berharga sehingga hanya kalangan tertentu yang diperbolehkan mengonsumsi minuman ini. Suku Aztec dan Maya telah menemukan kekuatan penyembuhan kakao berabad-abad yang lalu bahkan mereka menggunakan minuman cokelat khusus sebagai obat untuk banyak penyakit.

Saat ini, penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa suku Aztec dan Maya benar. Jika dikombinasikan dengan diet seimbang dan gaya hidup sehat, kakao yang mengandung antioksidan dapat mendukung kesehatan jantung dengan menjaga elastisitas pembuluh darah dan aliran darah normal.

 

Uniknya, kakao merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki kadar antioksidan tertinggi secara konsisten, serta memiliki kadar polifenol lebih tinggi dibandingkan buah lainnya. Kadar polifenol pada kakao 20x lebih tinggi dari tomat, 2x lebih tinggi dari bawang putih, dan 3x lebih tinggi dari anggur.

Selain itu, biji kakao yang mengandung banyak antioksidan pun telah terbukti ampuh untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Lebih dari 10% kandungan biji kakao terdiri dari flavonoid. Flavonoid dalam cokelat, terutama catechin dan epicatechin, terdapat pada molekul panjang. Umumnya pada kebanyakan makanan, catechin terdapat pada molekul pendek. Karakter struktur ini mewakili sifat dasar molekularnya baik sebagai pengikat radikal bebas maupun antioksidan pengikat logam berat.

Sejumlah hasil penelitian menunjukkan, kandungan antioksidan yang tinggi pada bubuk kakao memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kesehatan. Adapun manfaat dari bubuk kakao antara lain :

1. Mengurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Cokelat kaya akan flavanol memiliki potensi untuk meningkatkan sistem pertahanan antioksidan, sehingga mampu memengaruhi kesehatan jantung. Antiinflamasi, reduksi agregasi trombosit, dan perubahan endotel yang dimediasi oleh oksida nitrat (NO) juga akan membantu melebarkan sirkulasi pembuluh darah dalam tubuh, sehingga menormalkan aliran darah.

2. Mencegah Terjadinya Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 umumnya disebabkan karena gaya hidup kurang aktif, obesitas, dan pertambahan usia. Pada penderita diabetes tipe 2, insulin dapat diproduksi dengan normal akan tetapi sel-sel tubuh kurang sensitif sehingga tidak bisa menggunakannya secara optimal. Hal ini menyebabkan kadar gula darah juga akan meningkat. Cokelat diketahui dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sensitivitas insulin pada orang sehat, sehingga hal ini dapat membantu dalam pencegahan terjadinya diabetes tipe 2.

3. Memperbaiki Tekstur Permukaan Kulit

Cokelat tidak hanya enak untuk dikonsumsi, tapi juga dapat memberikan manfaat untuk kecantikan. Kandungan Flavonoid pada kakao membantu memperbaiki sel kulit yang rusak akibat radikal bebas. Selain itu, bubuk kakao memiliki sifat antiradang yang membantu meredakan berbagai masalah kulit, seperti kemerahan akibat iritasi dan menyamarkan flek di wajah.

4. Menurunkan Berat Badan

Bubuk kakao memiliki manfaat kesehatan dengan kandungan flavanol di dalamnya. Selain berfungsi untuk fungsi kardiovaskular, bubuk kakao juga membantu untuk mengatur berat badan dengan mengurangi nafsu makan, mengatur penggunaan energi, dan meningkatkan oksidasi lemak dan perasaan kenyang.

5. Sebagai Nutrisi Tambahan Pencegahan Virus SARS-Cov-2

Diketahui, antioksidan sangat diperlukan pada saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini karena kandungan ini dapat membuat tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Kandungan Cocoa flavanol juga diketahui dapat meningkatkan pencegahan terhadap virus SARS-Cov-2. Jurnal Departemen Biologi Tumbuhan dan Mikroba, North Carolina State University, Raleigh, NC, Amerika Serikat menyebutkan flavanol yang terkandung pada kakao dapat merusak virus SARS-Cov-2 dengan cara mengganggu pertumbuhan virus SARS-Cov-2.

Untuk mendapatkan kandungan flavanol yang tinggi, Anda harus menggunakan metode ekstraksi yang tepat. Kebanyakan pengolahan kakao melalui tahap fermentasi yang menyebabkan flavonoid pada kakao mengalami kondisi panas dan asam. Suhu olahan yang tinggi, proses alkali, dan waktu pengolahan yang panjang dapat mengurangi kadar polifenol dalam kakao. Akibatnya pengolahan kakao pada cokelat konvensional mengakibatkan hampir 60% total flavonoid hilang, sehingga pada cokelat konvensional hanya terdapat sekitar 0,5-1,5% flavanol.

Oleh karena itu, masyarakat harus lebih selektif dalam memilih cokelat. Hal ini penting dilakukan demi menunjang kesehatan di masa yang akan datang, sebab memiliki tubuh yang sehat dan bebas dari berbagai macam penyakit merupakan investasi berharga yang harus Anda miliki.

Anda dapat memilih bubuk kakao yangmemilikikandungan80% flavanol di dalamnya seperti Cocoa Flvnol. Cocoa Flvnol menggunakan bahan baku yangtelah mendapatkan sertifikasi dari EFSA (European Food Safety Authority) untuk membantu memelihara elastisitas pembuluh darah yang berkontribusi untuk mendapatkan aliran darah normal.

Cocoa Flvnol diklaim aman karena flavanol yang secara alami ada dalam kakao dan cokelat memiliki ketentuan penggunaan minimum 200 mg flavanol per asupan harian. Dapat diartikan, konsumsi minimal 5 gram Cocoa Flvnol setiap hari cukup untuk memenuhi kebutuhan flavanol harian.

Cocoa Flvnol juga disebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, mengurangi resistensi insulin, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan fungsi kardiovaskular, mengurangi risiko kanker, dan baik untuk kesehatan kulit. Dengan itu, Anda bisa mendapatkan produk ini secara eksklusif melalui distributor resmi Forever Healthy Indonesia. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load