Mengapa Saat Berpuasa Jadi Lebih Mengantuk?

Kamis , 29 April 2021 | 16:43
Mengapa Saat Berpuasa Jadi Lebih Mengantuk?
Sumber Foto: The Loh Down On Science.
Ilustrasi.

JAKARTA - Tidak hanya menahan lapar dan haus, tantangan lain yang juga harus dihadapi oleh kebanyakan orang yang sedang berpuasa adalah rasa ngantuk yang tidak tertahankan. Saat pagi hari, tubuh memang masih terasa segar dan berenergi. Namun semakin siang, badan mulai terasa lemas dan efeknya membuat seseorang menjadi ngantuk.

Sebenarnya pada saat mengantuk yang terjadi pada tubuh adalah turunnya kadar gula darah sehingga terasa mengantuk dan lelah. Menurut dokter dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Wismandari Wisnu, SpPD, K-EMD, FINASIM hal ini terjadi karena menipisnya cadangan gula yang ada di tubuh.

"Nutrisi yang kita makan saat sahut, dipakai paling sampai 2 jam saja. Lebih dari 3 jam membongkar cadangan-cadangan di tubuh," ungkap dr Wismandari Wisnu dilansir dari health.detik (29/4/21). Selain itu, ada beberapa faktor lain penyebab kamu merasa ngantuk saat puasa. Berikut beberapa faktor penyebab ngantuk saat berpuasa.

1. Kekurangan Zat Besi

Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi saat sahur juga bisa bikin kamu ngantuk berat, lho. Jadi, jangan lupa memasukkan makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau, ikan teri, dan juga kacang-kacangan ke dalam menu sahurmu. Karena zat besi membuat tubuh menyerap banyak oksigen, sehingga mencegah kamu cepat mengantuk.

2. Kadar Glukosa dalam Darah Menurun

Sebagian besar penyebab rasa ngantuk yang teramat sangat saat puasa adalah karena menurunnya kadar glukosa dalam darah, sehingga otak jadi sulit berkonsentrasi. Otak manusia mendapatkan energi dalam bentuk glukosa. Otak mengonsumsi hampir 60 persen asupan glukosa dalam tubuh. Bila aliran glukosa ke jaringan otak berkurang, kinerja otak juga ikut terpengaruh.

Saat berpuasa, ketika energi yang dihasilkan oleh makanan sudah menipis, maka hati akan mengambil cadangan glikogen yang disimpan untuk membantu memberikan energi bagi tubuh.

Sehingga, otak dan sistem tubuh lainnya bisa bekerja dengan maksimal. Bila tubuh sudah tidak lagi mempunyai cadangan energi yang cukup untuk melakukan kegiatan sehari-hari, akibatnya tubuh akan menjadi lemas dan kadar gula dalam darah menurun. Keadaan inilah yang menyebabkan kamu merasa ngantuk saat puasa.

Nah, untuk mengatasi rasa kantuk yang disebabkan akibat kekurangan glukosa, kamu disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks saat sahur, seperti beras merah, ubi, jagung, singkong, oatmeal, dan roti gandum. Jenis makanan ini bisa menahan glikogen lebih lama untuk menghasilkan glukosa.

Selain itu dr Wismandari Wisnu dilansir dari helth.deti (29/4/21) menganjurkan berbuka dengan yang manis, misalnya kurma untuk mengembalikan kadar gula darah normal. "Kurma itu dia termasuk buah yang indeks glikemiknya sedang, di dalam buah ada serat. Kalau minum teh pake gula pasir kan nggak ada seratnya. Jadi pasti lebih unggul (kurma), 2-3 butir saja sudah cukup mengembalikan gula yang turun itu," sarannya.

3. Pola Tidur yang Berubah

Harus bangun dini hari untuk menyantap sahur membuat waktu tidur orang yang sedang berpuasa jadi berkurang. Sebagian orang malah tidak bisa tidur lagi setelah selesai sahur. Nah, inilah yang menjadi salah satu penyebab orang ngantuk saat puasa. Namun, hal ini sebenarnya bisa disiasati dengan tidak begadang atau tidur terlalu larut. Lama kelamaan tubuh juga akan mulai bisa menyesuaikan pola tidur selama bulan puasa.

4. Metabolisme Tubuh Berubah

Pola makan yang berubah selama puasa, yaitu yang biasanya tiga kali sehari menjadi dua kali sehari di waktu dini hari dan malam hari, juga dapat mengubah metabolisme tubuh seseorang, seperti suhu inti tubuh dan pola tidur.

Saat berpuasa, suhu inti tubuh berkurang dan produksi hormon kortisol di siang hari juga menurun. Hormon kortisol adalah hormon yang membantu seseorang untuk tetap terjaga di siang hari. Itulah sebabnya kamu mudah merasa ngantuk saat puasa, khususnya pada siang hari. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load