Tips Mencegah Bau Mulut Saat Puasa

Senin , 19 April 2021 | 09:35
Tips Mencegah Bau Mulut Saat Puasa
Sumber Foto: Unsplash.
Ilustrasi.

JAKARTA - Memasuki bulan Ramadan, Anda mungkin saja mengalami berbagai masalah pada mulut. Mulai dari bibir pecah-pecah hingga bau mulut. Pasalnya, tidak makan dan minum selama berjam-jam bisa menyebabkan bau mulut.

Mengutip dari Harvard Health Publishing (19/4/21), bau mulut bisa berasal dari dalam maupun luar mulut. Penyebab paling umum bau mulut adalah karena adanya bakteri di area gigi juga lidah. Begitu juga saat Anda puasa di bulan Ramadan, masalah ini bisa datang kembali.

Ketika berpuasa, kita tidak mendapatkan asupan makanan atau minuman untuk dikunyah dan diproses di dalam mulut. Akibat hal ini, maka produksi air liur berkurang. Padahal air liur secara alami berguna untuk membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang tertinggal di rongga mulut. Hal ini karena air liur mengandung enzim anti-bakteri alami. 

"Kalau puasa pola makan kita berubah. Mulut kita akan menjadi kering karena produksi air liur berkurang," ujar dokter gigi Susi R. Puspitadewi dilansir dari CNN Indonesia (19/4/21). Meski sedang puasa, bukan berarti kita tidak bisa menghilangkan datangnya bau mulut saat bulan Ramadan.

Kalau bau mulut muncul tiba-tiba, Anda mungkin jadi panik atau tidak percaya diri. Anda bisa mencoba cara cepat untuk menghilangkan bau mulut saat puasa berikut ini.

1. Berkumur dengan mouthwash

Banyaknya bakteri di mulut dapat menimbulkan bau mulut. Anda dapat menghilangkan bakteri ini dengan berkumur menggunakan obat kumur atau mouthwash. Sebaiknya gunakan mouthwash tanpa alkohol dan pastikan bahwa jenis obat kumur yang Anda gunakan dapat membunuh bakteri di mulut. Berkumur secara rutin bisa menjadi cara menghilangkan bau mulut saat puasa.

2. Sikat gigi 2 kali sehari

Susi menyarankan untuk menyikat gigi secara teratur untuk menghilangkan kotoran di mulut. Bakteri secara alami bersembunyi di dalam mulut. Namun sisa makanan atau minuman akan membuat pertumbuhan bakteri makin pesat lalu menimbulkan bau tak sedap.

Karena puasa, Susi berkata sikat gigi dilakukan setelah sahur dan setelah berbuka puasa. Tidak hanya gigi, lidah pun perlu dibersihkan karena sisa makanan atau minuman bisa menempel di permukaan lidah. Produk sikat gigi sekarang biasa sepaket dengan pembersih lidah atau Anda bisa mendapatkan pembersih khusus lidah di pasaran.

3. Bersihkan lidah

Lidah Anda juga bisa jadi sarang bakteri sehingga muncul bau mulut. Bila merasa napas jadi tak sedap, Anda bisa membersihkan lidah dengan alat khusus pembersih lidah yang sekarang sudah banyak dijual di toko.

Tidak hanya menjaga kebersihan lidah, ini juga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bau mulut saat puasa. Anda tidak perlu pakai pasta gigi atau air untuk membersihkan lidah. Akan tetapi, pastikan alat pembersih lidah Anda selalu dalam keadaan higienis.

4. Hindari makanan tertentu

Makanan tertentu bisa memicu bau mulut. Perhatikan menu sahur Anda sebab ada beberapa bahan makanan yang baunya tertinggal di mulut meski sudah menggosok gigi. Bawang putih dan bawang bombai mentah termasuk bahan pangan yang perlu dihindari jika tidak ingin bau mulut.

Hindari makanan beraroma menyengat ketika sahur, misalnya jengkol atau bawang bombai. Hindari makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi saat sahur dan buka puasa. Bakteri penyebab bau mulut akan berkembang biak kian pesat bila dalam mulut tersisa banyak gula.

Kemudian produk susu juga cenderung menimbulkan bau mulut. Susi menyarankan untuk menghindari makanan yang panas dan pedas karena bisa mengakibatkan radang tenggorokan. Radang tenggorokan bisa memicu bau mulut.

5. Minum air putih yang cukup

Saat menjalani puasa, Anda tidak memungkinkan untuk menjaga asupan air mineral di siang hari. Walaupun salah satu cara menghilangkan bau mulut saat puasa adalah menjaga area mulut tetap lembap, jangan khawatir dulu. Cara yang bisa dilakukan adalah tetap menjaga asupan air di waktu buka puasa sampai dengan sahur. Anda bisa mengaturnya sesuai dengan kemampuan.

Ketika asupan air mineral terjaga, maka produksi air liur pun tetap ada sehingga mencegah bakteri yang berkembang di dalam mulut. Biasanya 8 gelas air putih akan cukup memenuhi kebutuhan cairan dalam sehari. Anda tidak perlu minum satu liter air sekaligus saat sahur.

Pecah jadwal minum misal satu gelas saat bangun sahur lalu satu sampai dua gelas setelah santap sahur. Kemudian sisanya bisa 'dihajar' saat berbuka, jelang salat tarawih, saat makan malam dan jelang tidur. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load