Apakah Mencium Istri Membatalkan Puasa?

Sabtu , 17 April 2021 | 10:22
Apakah Mencium Istri Membatalkan Puasa?
Sumber Foto: Muslim Youth Musings.
Ilustrasi.

JAKARTA - Saat berpuasa, kita dilarang untuk makan, minum dan menahan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selain itu, setiap Muslim juga tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk berhubungan badan dengan istri di siang hari.

Namun, bagaimana bila hanya bermesraan, misalnya dengan mencium istri, akankah hal tersebut membatalkan puasa seseorang? Ustaz Khalid Basalamah mengatakan bahwa suami boleh bermesraan dengan istri di bulan Ramadan atau saat puasa. Namun ia menyebutkan beberapa catatan.

"Boleh, asal tidak jimak. Tidak dilarang. Dalam sebuah hadist Bukhari, Aisyah mengatakan Rasulullah SAW mencumbui kami di bulan Ramadan. Tetapi beliau adalah seorang laki-laki yang bisa mengontrol dirinya," kata Khalid Basalamah dilansir dari Suara.com (17/4/21). "Jadi kalau orang pegangan, ciuman, berkata-kata sayang sama suami istri enggak ada masalah. Yang membatalkan puasa adalah hubungan biologisnya," imbuhnya.

Menurut penjelasannya, suami istri dilarang berhubungan intim hanya saat berpuasa. Usai berbuka puasa, suami istri diperbolehkan kembali berhubungan badan. Mencium istri di bulan Ramadhan walaupun tidak membatalkan ibadah puasa, namun sebaiknya dihindari. Selain itu, dalam fiqih puasa tidak disebutkan bahwa mencium istri menjadi hal yang membatalkan puasa.

Selain Uztaz Khalid Basalamah, Ustaz Maulana juga mengatakan bahwa, mencium istri di bulan Ramadhan tidak akan membatalkan puasa. "Hukum mencium istri saat berpuasa boleh asal tidak nafsu, sedangkan bisa jadi makruh hukumnya jika khawatir bisa terbawa nafsu," kata Ustaz Maulana dilansir dari Kompas.com (17/4/21). 

Menurut Ustaz Maulana, Rasulullah SAW juga pernah mencium istri-istrinya di waktu puasa. "Kadang-kadang Rasulullah SAW, mencium sebagian istri-istrinya, padahal beliau sedang berpuasa, kemudian Aisyah r.a, tertawa." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sejalan dengan Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Maulana, NU juga sepakat bahwa pada dasarnya mencium istri tidak membatalkan puasa. Tetapi karena bisa membangkitkan nafsu, ejakulasi, dan interaksi seksual maka pembahasan hukumnya tidak bisa sederhana.

Dikutip dari NU Online, Sabtu (25/4/2020), para ulama menggolongkan ciuman ke dalam perkara yang dimakruhkan dalam puasa, apabila ciuman itu membangkitkan syahwat. Kalau tidak membangkitkan syahwat, ciuman tidak dipermasalahkan, tetapi lebih baik tetap dihindari. (Al-Majmu’ Syarh Muhaddzab, VI. 354, Mughni al-Muhtaj, I, 431-436).

Menurut pendapat yang kuat, hukum makruh yang berlaku atas mencium istri ketika berpuasa adalah makruh tahrim. Artinya, meskipun makruh (yang definisi dasarnya tak mengapa jika dilakukan) jika dilakukan juga maka si pelaku mendapat dosa.

Hukum ini tidak serta merta mempengaruhi sah tidaknya puasa. Jika suatu saat di siang hari bulan Ramadan Anda mencium istri, dan tidak terjadi sesuatu setelahnya, maka puasa anda tetap sah, tidak batal, tetapi tingkat kesempurnaannya berkurang.



Sumber Berita: ANTARA.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load