Film Ramadan “OMAR” Umar Bin Khattab

Rabu , 14 April 2021 | 12:06
Film Ramadan “OMAR” Umar Bin Khattab
Sumber Foto: Deviantart/The Uppertaker.
Ilustrasi.

JAKARTA - Film Omar merupakan serial mini sejarah televisi Arab, yang diproduksi dan disiarkan oleh MBC1 dan disutradarai oleh Hatem Ali. Film ini diambil berdasarkan perjalanan hidup seorang Umar bin Khattab bersama para sahabat Nabi Muhammad SAW lainnya. Meskipun tidak semua kehidupan umar di ceritakan, namun film ini bisa menjadi referensi.

Serial yang rilis pada 2012 ini sempat menimbulkan kontroversial dan perbedaan pendapat, para akademisi melihat tren yang tidak diinginkan dalam pemograman televisi. Namun di media sosial kerap mendapatkan pujian dari banyak penonton Muslim, yang mengagumi serial itu karena menceritakan periode yang penting dalam sejarah Islam.

Di episode pertamanya film ini menceritakan Umar bin Khattab yang sedang menjalankan ibadah haji, dan saat itu berusia 60 tahun. Dalam perjalanan, Umar teringat akan masa mudanya. Terjadilah cerita kilas balik ke masa muda Umar yang penuh cerita kelam, kegelapan jiwa, dan kehampaan hati. Masa mudanya itulah yang membentuk karakter Umar.

Di Mekah, kaum Quraisy siap mengadakan pertemuan. Namun tidak seperti biasanya, sahabat mereka, Abu Bakar tidak menghadiri pertemuan itu. Abu Bakar malah bertemu dengan Utsman bin Affan, disitulah Abu Bakar mendapat cerita tentang Nabi Muhammad SAW yang telah resmi diangkat menjadi Rasullulah.

Umar yang mulai mendengar kiprah Nabi Muhammad, datang ke rumah Abu Hikam dan berdiskusi tentang beliau. Saat inilah dimulai kebencian kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin.

Hal menarik selanjutnya terdapat pada episode 3 Ketika para petinggi Quraisy terbelah opininya. Sebagian tidak peduli terhadap sepak terjang Muhammad namun sebagian lagi sangat ingin menghentikan Muhammad SAWuntuk menghentikan kegiatannya menyebarkan agama Islam. 

Dikisahkan juga dimana Abu Lahab mempunyai aktivitas membuang kotoran di depan pintu Nabi, begitupun dengan istri Abu Lahab, Ummu Jamil yang memiliki aktivitas menaruh kayu bakar di depan pintu Nabi. 

Kegiatan Abu Lahab tersebut dalam satu kesempatan diketahui oleh saudaranya, Hamzah, dan atas sikapnya tersebut Hamzah marah kepada Abu Lahab. Kenyataan bahwa Abu Thalib tidak berhasil menghentikan Muhammad membuat para petinggi Quraisy murka. Terlihat yang paling marah adalah Abu Jahal.

Abu Jahal datang ke rumah Umar dan berdebat mengenai masalah sepak terjang Muhammad, terjadi perbedaan pendapat diantara mereka. Kaum Quraisy mulai menyimpulkan bahwa kehadiran Muhammad SAW sebagai pemecah persatuan kaum Quraisy.

Abu Jahal bertindak! Korban pertama adalah Ayyash dan Salamah, keduanya ditangkap dan disiksa oleh Abu Jahal. Setelah kejadian itu Umar berpidato di depan kaum Quraisy, pidatonya tegas berisi akan menentang Islam, dan apa yang akan dilakukan jika Muhammad terus melanjutkan dakwahnya. 

Sementara Abu Bakar berusaha menenangkan umat Muslim untuk tetap tenang dan tabah menghadapi cobaan tersebut. Abu Bakar secara mengejutkan membebaskan budak Bilal dan Umayyah. Hal ini semakin membuat kaum Quraisy murka. Abu Jahal pun semakin menggila untuk memburu, memerangi, dan menyiksa kaum Muslimin untuk kembali menyembah berhala Latta dan Uzza.

Di tempat lain, para sahabat nabi berkumpul, mereka berdiskusi dan membahas cara untuk menghadapi tekanan dari kaum Quraisy. "Orang yang bisa mengikuti kata hatinya, dialah orang yang penuh kehormatan", ujar Umar kepada Abdullah bin Suhail. Sesaat setelah itu, Abdullah pun menemui ayahnya dan mengaku jika ia telah menjadi seorang muslim, berujung pada pengusirannya.

Nabi Muhammad SAW yang mengetahui penderitaan kaum Muslimin, menyerukan mereka untuk hijrah ke Abyssinia, sebuah berita yang menggemparkan kaum Quraisy dan Umar sendiri.

Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khattab sempat membenci Rasulullah SAW. Umar dikenal sebagai sosok yang keras dan ditakuti kaum Quraisy. Suatu hari, dengan penuh amarah, ia menenteng pedang untuk membunuh Nabi Muhammad. Meceritakan omar mendapat Hidayah Allah mulai menyinari hatinya. 

Setelah memeluk islam (diislamkan di rumah siapaa gtu) Umar bin khatab mengumumkan keislamannya kepada orang-orang Quraisy sehingga memancing amarah mereka (Abu Jahal dkk). Namun langkah umar memeluk agama islam, membawa pengaruh sangat besar dalam penyebaran Agama Islam. 

Sebagai salah satu orang yang disegani dan memiliki otoritas di kalangan kaum Quraisy, Umar mampu menjadi perlindungan para muslimin. Sehingga banyak kaum quraisy yang memeluk Islam bersamanya.

Langkah umar memeluk agama islam membawa pengaruh sangat besar dalam penyebaran Agama Islam. Sebagai salah satu orang yang disegani dan memiliki otoritas di kalangan kaum Quraisy, Umar mampu menjadi perlindungan para muslimin. Sehingga banyak kaum quraisy yang memeluk Islam bersamanya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load