8 Amalan Bulan Ramadan Dicontohkan oleh Rasul

Selasa , 13 April 2021 | 10:40
8 Amalan Bulan Ramadan Dicontohkan oleh Rasul
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sebagai bulan yang penuh ampunan, banyak orang yang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Termasuk melakukan amalan bulan Ramadan.

Sebab, meski di bulan lain perbuatan tersebut berpahala, tetapi amalan bulan Ramadan yang dilakukan secara rutin mendapatkan berkah yang melimpah. Oleh karena itu, ada banyak amalan bulan Ramadan yang bisa dilakukan bersama. Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan sunnah pada bulan Ramadan. Maka (pahalanya) seperti orang yang melakukan amalan fardhu pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan amalan satu amalan fardhlu di bulan Ramadhan maka (pahalanya) seperti orang yang melakukan 70 amalan fardhu pada bulan lain. "Simak apa saja amalan bulan Ramadan yang bisa di lakukan dalam menyambut bulan puasa ini.

1. Puasa

Pada bulan Ramadan, puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan oleh semua kaum muslim yang mampu. Setiap amalan di bulan Ramadan akan dilipatkan mulai dari 10 kali lipat hingga 700 kali lipat kecuali puasa. Sebab, Allah sendiri yang akan membalasnya.

Untuk membahas amalan bulan Ramadan ini, Rasulullah SAW bersabda: ”Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka Allah akan menghapuskan dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Fokus Beribadah di 10 Hari Terakhir

Pada 10 hari terakhir Ramadan, Allah menjanjikan akan memberikan ampunan kepada umat Islam yang beribadah. Selain menjalankan sunnah, amalan bulan Ramadan ini bisa menunjukkan keseriusan dari hari-hari sebelumnya sehingga bisa memberikan amalan bulan Ramadan yang terbaik menjelang berakhir.

Menjelaskan hal ini, dalam salah satu hadis Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR Muslim).

3. Melakukan I’tikaf

Amalan bulan Ramadan ini terkait dengan akan jatuhnya malam Lailatuh Qadar pada satu malam di antara 10 hari terakhir Ramadhan. Jika berhasil mendapatkan keistimewaan malam Lailatul Qadar, tentu saja pahala yang didapat akan sangat besar. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:

“Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. ‘Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah,’. Lalu di antara para sahabat ada yang beri’tikaf bersama beliau.” (HR Bukhari).

4. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Menjadi amalan bulan Ramadan yang utama, setiap malam ganjil terakhir yang diisyaratkan sebagai malam Lailatul Qadar disunnahkan memperbanyak shalat sunnah, dzikir, dan membaca Al-Qur'an. Namun, amalan yang paling utama di malam ini adalah memperbanyak shalat.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari).

Lailatul Qadar merupakan malam seribu malam yang datang pada tanggal-tanggal ganjil di akhir bulan Ramadhan dan malam yang paling diharapkan adalah malam ke 27. Sesungguhnya, satu amal saleh yang dikerjakan pada bulan Ramadhan lebih baik daripada amal yang dikerjakan selama seribu bulan.

5. Membaca Al-Qur'an

Amalan bulan Ramadan ini dikategorikan sebagai amalan khusus, karena bisa digabungkan dengan amalan puasa. Sehingga seakan-akan, jika seseorang berpuasa namun tidak menfokuskan diri dalam membaca ayat Al-Qur'an tidak mendapatkan fadillah ibadah. Allah SWT berfirman:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS Al Baqarah: 185).

Selain itu, dalam sebuah hadis Ibnu ‘Abbas RA pernah berkata: “Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam Ramadan, dan selanjutnya ia membaca Al-Qur’an bersamanya.” (HR Bukhari).

Pada bulan Ramadan juga dianjurkan untuk seluruh kaum muslimin untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an sebagai salah satu amalan bulan Ramadan. Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan ini berbeda dengan di hari-hari lainnya. Sebab, keutamaan membaca Al-Qur'an di bulan ramadhan adalah satu huruf yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan.

6. Memperbanyak Sedekah

Meski bisa dilakukan pada bulan-bulan lainnya, namun dengan memperbanyak sedekah pada bulan Ramadan akan memiliki keistimewaan tersendiri. Jika dilakukan secara rutin selama satu bulan penuh, amalan bulan Ramadan ini akan menjadi kebiasaan baik yang bisa dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata:

“Barang siapa mengeluarkan sedekah kepada orang miskin, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menyediakan balasan untuknya berupa kebebasan, sebagaimana bebasnya Nabi Ismail as dan penyembelihan."

Memberi makan orang berbuka juga bisa termasuk sedekah yang merupakan amalan bulan Ramadhan lainnya, sebab, sedekah yang paling utama adalah yang dikerjakan di bulan Ramadan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun." (HR Ahmad, Nasai, dan dishahihkan al-Albani).

7. Shalat Tarawih dan Witir

Shalat Tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan hanya pada malam bulan Ramadan, dan termasuk amalan bulan Ramadan yang istimewa. Mengenai hal ini, dalam salah satu hadisnya Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah menfardhukan puasa Ramadan dan aku telah mensunahkan shalat di malam harinya. Karena itu, barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dan shalat di malam harinya karena iman dan mengharap pahala dan ridha dari Allah. Maka, keluarlah dosanya sebagaimana pada hari dia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

Jika shalat tarawih akan berakhir, maka shalat witir bisa segera dilaksanakan. Shalat witir hukumnya sunnah dan dikerjakan dengan rakaat ganjil. Dalam sebuah hadis dinyatakan: 

"Hai para pencita-cita Al-Qur'an, kerjakan shalat witir. Karena Allah itu tunggal, Dia suka bilangan yang witir (ganjil)."

Shalat ini dikerjakan selapas shalat Isya berjamah, dan untuk jumlah rakaatnya ada yang 11 tapi ada pula yang 23 rakaat. Keutamaan shalat ini adalah jika dilakukan secara berjamaah hingga selesai, maka dicatat baginya shalat sepanjang malam dan tentunya berlimpah pahala.

Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Barang siapa yang mengerjakan shalat malam di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka Allah akan menghapuskan dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

8. Umroh pada bulan Ramadan

Melaksanakan umroh di bulan yang suci ini memang sangat berbeda dengan umroh pada hari dan bulan-bulan biasanya. Umroh pada saat bulan Ramadan pahalanya seperti melaksanakan Haji. Rasulullah SAW Bersabda:

"Umrah pada bulan Ramadan menyerupai haji." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Selama umroh, amalan-amalan yang dilakukan pun akan berlipat ganda pahalanya. Selain itu, bisa dilakukan lebih khusyu dan benar-benar memasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT saat berdoa dan melakukan ibadah-ibadah tersebut. Demikian amalan bulan Ramadan yang bisa dilakukan untuk memperbanyak pahala dan keberkahan saat dilakukan sepanjang bulan suci tersebut. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load