Tips Turunkan Berat Badan, Manjur Tapi Tidak Menyiksa

Minggu , 11 April 2021 | 10:29
Tips Turunkan Berat Badan, Manjur Tapi Tidak Menyiksa
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Saat melihat posting-an artis atau influencer yang berhasil turunkan berat badan, beberapa orang termotivasi untuk mengikuti program diet. Meski begitu, penting untuk menghindari penurunan berat badan yang cenderung ekstrem.

Beberapa jenis program diet memiliki banyak sekali pantangan makanan dan minuman untuk dikonsumsi. Belum lagi, porsi makan yang sangat sedikit membuat pegiat diet tidak bisa menjalankan program diet dalam jangka waktu yang panjang.

Saat melakukan diet dan memutuskan untuk berhenti makan makanan tertentu, hal tersebut malah membuat makanan tersebut sering lewat dalam pikiran dan membuat diet tidak berhasil. Sedangkan untuk menurunkan berat badan dan dapat mempertahankannya dibutuhkan komitmen jangka panjang sehingga diet tersebut dapat diterapkan menjadi gaya hidup yang dilakukan seterusnya.

Berikut ini adalah tips turunkan berat badan yang tidak menyiksa, dikutip dari Health.

1. Bergerak lebih aktif dan makan yang cukup

Pada beberapa anjuran diet menurunkan berat badan, sering diingatkan untuk makan lebih sedikit dan bergerak lebih aktif. Padahal, saat makan lebih sedikit makanan, tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk bergerak lebih aktif.

"Saya mengisi piring saya dengan makanan sehat jadi saya hampir tidak punya ruang untuk makanan yang kurang sehat," kata Beth Lipton seorang pelatih kesehatan. "Strategi ini disebut crowding out, dan ahli gizi, pelatih kesehatan, dan atlet menggunakannya sebagai alternatif dari diet tradisional," tambahnya.

2. Mengolah makanan yang sehat

Saat tubuh sudah menyesuaikan diri untuk mengonsumsi makanan yang sehat, cobalah untuk mengurangi makanan olahan dan kemasan. "Makanan yang biasa Anda beli, seperti keripik kentang dan kue kemasan, mulai terasa berlebihan, dan Anda semakin tidak menginginkannya," kata Brendan Brazier, penulis seri buku Thrive.

Dikutip dari Health, penelitian di Eropa menemukan bahwa hanya perlu 18 hari untuk membentuk kebiasaan makan baru, meskipun angka tersebut dapat berbeda-beda pada tiap individu. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load