Inilah Rekomendasi Kebaya Warisan Tak Benda UNESCO

Rabu , 07 April 2021 | 10:13
Inilah Rekomendasi Kebaya Warisan Tak Benda UNESCO
Sumber Foto: Bergaya.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sejumlah rekomendasi dihasilkan dalam Kongres Berkebaya Nasional (KBN) 2021 yang digelar secara daring pada 5 hingga 6 April 202 untuk menyukseskan kebaya sebagai warisan budaya atau kekayaan tak benda oleh UNESCO.

“Dalam 1,5 tahun ke depan Kongres Berkebaya Nasional 2021 akan konsisten terus menyusun dan membuat Langkah-langkah untuk mensukseskan kebaya sebagai salah satu kekayaan tak benda atau salah satu kekayaan Nusantara seperti halnya batik, keris dan wayang yang sudah lebih dulu diakui sebagai warisan Indonesia oleh UNESCO,” kata Ketua Panitia KBN 2021, Lana T Koentjoro, dalam puncak acara KBN 2021 secara daring,  Selasa (6/4/2021).

Oleh karena itulah, KBN 2021, lanjut Lana,  akan terus gencar mempromosikan penggunaan kebaya tidak hanya sebagai pakaian nasional Indonesia tapi kebaya sebagai pakaian untuk beraktivitas sehari-hari sesuai fungsi dan identitas penggunanya.

“Kami juga akan akan terus memberikan masukan dan mendorong pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk mengeluarkan penetapan 'Hari Berkebaya Nasional' kepada seluruh perempuan Indonesia,” ujar Lana. 

Lana menambahkan KBN 2021 akan terus membantu pengrajin serta pelaku usaha UMKM untuk mengembangkan usaha kebaya berikut varian turunannya sehingga sekaligus melestarikan kebaya sebagai satu budaya yang perlu dilestarikan agar tidak punah. Pihaknya juga terus berkomitmen untuk terus berkembang dan terus setiap tahun digelar agar semakin diterima dan dikenal oleh masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.

"Juga sebagai langkah konkret untuk terus melestarikan kebaya kepada perempuan Indonesia dari generasi ke generasi mendatang," kata Lana.  Dalam pelaksanaan KBN 2021, sejumlah perempuan mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan kebaya yakni Martha Tilaar, Anne Avantie, Sundari Sukoco, Nafsiah Mboy, Endah Laras, Ni Luh Djelantik, dan Christine Dessynta. 

Penghargaan tersebut diberikan karena konsistensi berkebaya setiap saat, kapanpun dan dimanapun, selalu setia mempromosikan penggunaan kebaya, tokoh publik yang sering berkebaya, seniman atau artis saat menjalankan profesinya dengan rutin berkebaya, dan tokoh adat atau pimpinan yang menjadi contoh bagi bawahannya. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load