6 Tips Hindarkan Kerusakan Kendaraan Saat Melintasi Area Banjir

Sabtu , 20 Februari 2021 | 11:41
6 Tips Hindarkan Kerusakan Kendaraan Saat Melintasi Area Banjir
Sumber Foto: Rotary Bintaro.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sejumlah ruas jalan Jakarta terendam banjir, Sabtu (20/2/2021) akibat hujan deras sejak semalam. "Pukul 05.17, saat ini ada Genangan di Kawasan Halim Lama arah Cililitan Jaktim, untuk saat ini tidak bisa dilintasi kendaraan," cuit akun @TMCPoldaMetro pada Sabtu  (20/2/2021).

Banjir juga terpantau menggenang di Jalan Bungur Besar Raya depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kendaraan masih bisa melintas dengan harus berhati-hati. Menghimpun berbagai sumber, kami memberikan tips bagi pengendara mobil saat melintasi kawasan banjir. 

1. Perhatikan Tinggi Genangan Air

Tinggi genangan air yang aman maksimal setengah dari tinggi ban mobil lantaran ketinggian air masih di bawah intake mesin, aki, dan sistem kelistrikan di ruang mesin. Bersabarlah dan perhatikan mobil lain yang menerjang banjir. Lebih baik lagi kalau ada mobil serupa sehingga dapat dijadikan patokan. Patokan lainnya adalah pembatas jalan di tengah atau trotoar. Jika masih terlihat, artinya aman untuk dilewati. 

2. Pilih Jalur Paling Tepat

Tentukan jalur yang ingin dilewati dengan memilih genangan yang paling rendah serta bebas dari hambatan seperti polisi tidur, jalan rusak, atau lainnya. Ini bisa dilihat dari pergerakan mobil lain di lokasi banjir. Jangan terlalu ke tepi karena ada risiko turun ke bahu jalan yang rendah atau bahkan masuk ke dalam lubang parit. 

Untuk jalan yang terdiri dari beberapa jalur, paling aman adalah ambil jalur tengah atau paling kanan karena relatif lebih tinggi ketimbang jalur lainnya. Untuk mudahnya, perhatikan mobil lain di depan yang melewati. Namun dengan catatan, sebaiknya tidak memaksakan untuk melewati jalan banjir jika ketinggiannya sudah sama dengan atau bahkan lebih dari tinggi ban mobil karena potensi mesin kemasukan air sangat besar.

3. Jaga Jarak Aman

Kecepatan konstan sangat penting untuk memastikan tidak ada air masuk ke dalam ruang mesin. Oleh sebab itu, jaga jarak aman dengan mobil di depan! Jalankan mobil setelah cukup yakin mobil di depan tak akan menghalangi laju sebagai langkah antisipasi bila mobil di depan mogok dan masih bisa melakukan manuver menghindar.

4. Hindari Arus Air Banjir

Biasanya banjir disertai dengan arus air yang mengalir deras memotong jalur lintasan jalan. Jangan pernah sepelekan arus air yang deras karena bisa menyeret mobil. Kalau sampai terjadi, nyawa taruhannya. Urungkan niat menerjang banjir kalau situasi seperti ini.

5. Jaga Putaran Mesin

Jangan menerjang banjir dengan putaran mesin tinggi dengan alasan supaya mesin tak mudah mati atau untuk melawan air yang masuk lewat knalpot. Hal ini justru memperbesar daya isap udara ke mesin dan air bisa ikut masuk yang berujung pada water hammer. Cukup jalankan mobil dengan putaran rendah di kisaran 1.500-2.000 rpm dan jaga putaran mesin agar tetap konstan dan mobil tidak melaju terlalu cepat agar tidak sulit dikendalikan.

Sebisa mungkin lepaskan injakan pedal kopling dan biarkan mesin melajukan mobil secara konstan. Tahan posisi transmisi di gigi 1 dan jaga agar laju mobil tidak tersendat sehingga kehilangan momentum. Untuk mobil transmisi otomatis, cukup masukkan gigi transmisi ke-1 atau L (Low). Jangan mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba yang akan mengakibatkan air masuk ke dalam mesin.

6. Keringkan Rem dan Kopling

Setelah melewati banjir, piringan rem akan basah dan daya pengereman berkurang drastis. Hindari langsung menambah kecepatan usai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan. Lakukan ini sekitar 10 detik, lantas cek daya pengereman dengan mengerem secara normal.

Bila belum, injak pedal bersamaan lagi. Ulangi terus langkah ini sampai pengereman kembali normal. Lakukan proses serupa pada pedal kopling transmisi manual. Amati pula kondisi mobil, apakah ada suara aneh dan tidak biasa? Perhatikan pula panel instrumen jika ada indikator kerusakan menyala. Bila ragu, sempatkan sejenak untuk menepi dan memeriksa lebih cermat.

Ketika mesin mobil mati, jangan pernah mencoba untuk menyalakan kembali karena ada potensi sudah kemasukan air. Begitu mesin dinyalakan, risiko terkena water hammer akan sangat besar dan ini butuh penanganan yang serius. Lepas sabuk pengaman dan ambil barang berharga seperti dompet dan ponsel, segera keluar sebagai langkah antisipasi terjadi sesuatu seperti mobil terbawa arus air. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load