Ini 5 Perbedaan Mie Instan Korea, Jepang dan Indonesia

Senin , 08 Februari 2021 | 09:42
Ini 5 Perbedaan Mie Instan Korea, Jepang dan Indonesia
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Negara Korea, Jepang dan Indonesia punya produk mie instan favorit. Masing-masing mie instan itu memiliki keunikan yang menjadi pembeda, mulai dari bumbu dan cara memasak. Mie instan adalah jawaban praktis di setiap waktu makan. Menyantap mie instan juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Bahkan setiap negara punya keluaran mie instan tersendiri.

Yang populer adalah mie instan dari negara Asia, seperti Korea, Jepang dan Indonesia. Mungkin sekilas terlihat sama, tetapi masing-masing mie instan dari tiga negara tersebut memiliki ciri khas tersendiri. Dan ciri khas itulah yang menjadi pembeda antara mie instan dari Korea, Jepang dan Indonesia.

Mulai dari tekstur mie, bumbu, rasa, hingga cara memasaknya. Berikut 5 perbedaan mie instan Korea, Jepang dan Indonesia.

1. Penyebutan

Penyebutan mie instan di tiga negara tadi sangat berbeda. Kata 'mie instan' sendiri merupakan penyebutan orang Indonesia. Terkadang juga orang Indonesia menyebutnya dengan nama merek dari produk mie instan.

Berbeda dengan Korea yang orang-orangnya menyebut mie instan dengan sebutan ramyeon. Sementara di Jepang lebih biasa dikenal dengan sebutan ramen.

2. Berat Kemasan

Perbedaan juga ada pada berat kemasan tiap mie instan dari Korea, Jepang dan Indonesia. Di Indonesia, umumnya mie instan dengan merek apapun memiliki berat sekitar 70-85 gram. Untuk harganya berkisar antara Rp 2.500 - Rp 5.000.

Sementara di Jepang biasanya mie instan memiliki berat sekitar 85 gram, atau ada juga yang lebih dari 100 gram hingga 120 gram. Harga yang ditawarkan sedikit lebih mahal, yakni berkisar Rp 5.000 hingga Rp 15.000. Nah, mie instan di Korea memiliki berat yang lebih besar lagi. Umumnya beratnya sekitar 115-140 gram. Tentu saja harga yang ditawarkan pun juga lebih mahal, yakni berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000.

3. Varian Mie Instan

Di Jepang, negara yang dikenal sebagai pelopor mie instan, ada banyak varian mie instan. Ada mie instan kuah, ada juga yang goreng atau disebut juga yakisoba. Nah, dua varian itu juga punya banyak rasanya. Untuk mie instan kuah tersedia rasa miso, shio, kitsune udon, shoyu, kari dan pedas. Untuk mie gorengnya tersedia tambahan seperti mayonaise, wasabi, teriyaki, mayo dan lainya.

Sementara kalau di Korea kebanyakan mie instannya berkuah. Ada ragam rasa yang ditawarkan dengan citarasa lokal. Mulai dari kimchi, jjampong, yukgaejang dan masih banyak lagi. Sama seperti Jepang, Indonesia juga punya varian mie instan kuah dan goreng. Untuk yang kuah ada banyak varian rasa, seperti soto, kari ayam, ayam bawang, mie kocok dan lainnya.

Sedangkan untuk varian mie goreng, tersedia rasa original, ayamgeprek, rendang dan yang terbaru ada spaghettibolognese.

4. Bumbu

Bumbu yang tersedia di dalam kemasan mie instan juga beragam dan berbeda di setiap negaranya. Seperti di Korea misalnya yang terdiri dari bubuk kaldu dan sayuran kering. Ada juga tambahan bubuk keju pada varian tertentu.

Sementara di Jepang biasanya memakai bubuk, minyak, sayuran kering dan mayonaise. Berbeda di Indonesia, yang hanya terdiri dari bubuk dan minyak. Namun, pada beberapa produk ada yang diberikan sayuran kering dan bawang goreng.

5. Cara Memasak

Meski produknya sama, tetapi mie instan dari Korea, Jepang dan Indonesia memiliki perbedaan pada cara memasaknya. Di Indonesia, kebanyakan mie instan dimasak menggunakan panci bergagang satu. Kemudian bumbu dimasukkan ke dalam piring. Baru setelah mienya matang dicampur dan diaduk.

Berbeda dengan di Korea yang biasanya memasak mie instan menggunakan panci bergagang dua dan berbahan aluminium. Bahan tersebut dapat menghantarkan panas lebih cepat. Setelah itu, masukkan bumbu ke dalam rebusan air baru masukkan mienya dan masak hingga matang. Orang Korea juga terbiasa makan mie instan langsung dari pancinya. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load