Kehilangan Penciuman Tanda Tubuh ‘Terlindungi‘ dari Corona

Rabu , 25 November 2020 | 10:33
Kehilangan Penciuman Tanda Tubuh ‘Terlindungi‘ dari Corona
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Anosmia atau hilangnya penciuman merupakan salah satu gejala virus Corona COVID-19. Awalnya cukup sedikit orang yang mengalami kondisi anosmia ini.

Tapi sekarang, sebagian besar pasien virus Corona COVID-19 mengeluhkannya. Bagi banyak orang, hilangnya penciuman dan perasa bisa sangat parah dan bisa berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan lamanya. Hilangnya indra penciuman juga bisa mempengaruhi kemampuan pasien untuk merasakan makanan normal dan membuat frustasi.

Meski begitu, banyak ahli percaya bahwa kehilangan penciuman atau perasa disertai penurunan nafsu makan merupakan pertanda baik dari infeksi Corona. Dikutip dari laman Times of India, kondisi ini bisa melindungi orang dari tanda-tanda mematikan lainnya akibat virus Corona COVID-19, yaitu serangan pernapasan dan peradangan atau inflamasi.

Banyak dokter mengatakan bahwa orang yang mengalami kondisi kehilangan indra penciuman dan perasa serta orang yang mengalami gejala gastrointestinal, seperti kram dan diare mungkin hanya menderita batuk ringan akibat COVID-19. Kehilangan penciuman dan rasa tidak hanya tidak memiliki terapi obat, tetapi itu juga berarti bahwa mereka telah melindungi diri dari serangan pernapasan parah, yang biasanya terjadi sejak minggu ke-2 infeksi COVID-19.

Menurut dokter di India, pasien dengan bentuk kondisi COVID-19 sedang hingga parah dan membutuhkan perawatan ICU jarang sekali mengalami gejala hilangnya indra penciuman dan perasa. Artinya, gejala tersebut bisa menjadi pertanda seseorang hanya mengalami kondisi ringan akibat virus Corona COVID-19.

Bagi sebagian orang, perubahan indra penciuman bisa terasa sangat menyengat. Kondisi ini bisa mengubah aroma dan rasa suatu makanan. Seseorang mungkin tidak bisa mencium bau rempah-rempah, manisan dan makanan asam yang biasanya memiliki bau menyengat dibandingkan makanan lain. Bahkan kondisi ini bisa menurunkan nafsu makannya karena lidahnya tak bisa merasakan apapun.



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load