Tetap Ada Pembeli Album Musik Fisik di Era Digital

Selasa , 20 Oktober 2020 | 22:20
Tetap Ada Pembeli Album Musik Fisik di Era Digital
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Pemerhati musik Wendi Putranto mengatakan kehadiran platform musik digital tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan album format fisik yang masih tetap ada pembelinya. Di era serba digital, para musisi mendapat kemudahan untuk mempromosikan karyanya melalui platform musik digital, tanpa perlu menandatangi kontrak dengan label, musisi bisa menyebarluaskan lagunya untuk didengar banyak orang.

Kemudahan mendengarkan musik apa pun yang diinginkan ini, menurut Wendi tidak akan memengaruhi penjualan karya fisik seperti album. Sebab, masih ada penggemar musik yang ingin mengoleksi karya dalam bentuk rekaman fisik dari para idolanya.

"Karena die hard music fans pasti pengin lebih, mereka tetap pengin dengar musiknya tapi mereka juga mau memiliki format fisik dari musiknya. Tapi memang perbedaannya kentara antara die hard music fans dan penggemar musik biasa," kata Wendi dalam jumpa pers "Parade Joox Lima", Selasa.

Die hard music fans atau penggemar berat pasti akan memburu apa pun yang dirilis oleh idolanya, dan hal ini juga berlaku bagi para kolektor musik. Sebagai contoh, para penggemar grup idola K-Pop, meski harga album atau single terbilang mahal, para penggemar ini tetap akan membelinya.

Berbeda dengan penggemar musik biasa yang cukup puas hanya mendengarkan lagu-lagunya saja tanpa perlu memiliki format fisiknya. "Die hard music fans itu yang akan memburu, tapi memang secara industri di Indonesia semua moving ke digital. Jadi dampaknya sub kultural, tidak berdampak besar ke industrinya," ujar Wendi.

Sementara itu, Wendi menilai bahwa kehadiran platform musik digital sangat membantu para musisi. Para pendengar musiknya pun tak terbatas hanya wilayah nasional saja tapi juga internasional. "Kalau emang lagu kita heavy rotation atau dipilih, didengarkan, di-stream oleh banyak orang, kita bisa dapat penampilan live streaming di Joox atau masuk chart.

Exposure ini yang enggak didapatkan dulu karena segalanya serba terbatas. Tapi dengan adanya platform ini, jangkauannya lebih luas bahkan bisa ke regional Asia, bahkan bisa ke internasional," kata Wendi.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load