Bridgestone Hadirkan Turanza Eco untuk Mobil Listrik

Kamis , 13 Agustus 2020 | 01:28
Bridgestone Hadirkan Turanza Eco untuk Mobil Listrik
Sumber Foto: CleanTechnica.
VW ID 3.

JAKARTA - Produsen ban Bridgestone membuat ban khusus untuk kendaraan listrik berkolaborasi dengan Volkswagen. Bridgestone menyambut datangnya tren mobil ramah lingkungan, khususnya di Eropa.

Berkolaborasi dengan Volkswagen, Bridgestone menciptakan ban Turanza Eco pertama yang dirancang khusus untuk Volkswagen ID.3 dan jadi ban pertama berbahan baku lebih sedikit dibanding ban biasanya. Teknologi ENLITEN yang ramah lingkungan di Turanza Eco memiliki hambatan gulir yang sangat rendah. Bobotnya pun lebih ringan, menurut Volkswagen dalam pernyataan resminya, Rabu.

Ban dengan teknologi ENLITEN memberikan hambatan gulir lebih rendah 30 persen dibanding ban musim panas premium lainnya. Hal ini berkontribusi pada kondisi mesin saat pembakaran hingga konsumsi bahan bakar dan saat emisi CO2, dan secara signifikan menghemat pemakaian baterai pada mobil listrik.

Dengan Teknologi ENLITEN, pemakaian ban Turanza Eco mampu menghemat bahan bakar/baterai hingga 20 persen dibandingkan dengan ban musim panas premium lainnya. Hal ini setara dengan penggunaan bahan baku yang 2kg lebih ringan dibandingkan dengan kebutuhan bahan baku ban regular, sebuah keuntungan tambahan dari sisi sumber daya dan lingkungan.

Selain dari kelebihan Teknologi ENLITEN, keselarasan antara material-material unik yang digunakan dalam menciptakan Teknologi ENLITEN dan proses pencampuran bahan baku unik dapat meningkatkan performa kompon tanpa mengenyampingkan pentingnya daya cengkram.

Kedua hal tersebut dikombinasikan dengan pola telapak tiga dimensi yang memaksimalkan kinerja saat berada di permukaan basah dan kering, yang berarti Teknologi ENLITEN mampu meningkatkan kendali kendaraan dan kenyamanan berkendara, dan dalam konteks ID.3, semua hal tersebut sesuai dengan target dari Volkswagen.

Pasar mobil listrik di Indonesia memang belum secemerlang mobil berbahan bakar pada umumnya. Hal ini berbanding terbalik dengan di Eropa, di mana peminat mobil listrik meningkat sebesar 58 persen pada kuartal pertama tahun 2020 dengan jumlah penjualan mencapai 220 ribu unit.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load