Kenali Delirium, Bingung Akut yang Buat Orang Tak Fokus

Sabtu , 08 Agustus 2020 | 12:19
Kenali Delirium, Bingung Akut yang Buat Orang Tak Fokus
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Dalam dunia kedokteran, delirium disebut juga sebagai keadaan bingung akut (acute confusional state), ensefalopati metabolik atau toksik, sementara orang awam mengenalnya sebagai penyakit bingung atau kondisi bingung.

Menurut American Psychiatric Associations (APA) Diagnostic and Statistical Manual, edisi kelima (DSM-5), delirium adalah gangguan kesadaran ditandai dengan penurunan kemampuan untuk fokus, istiqomah, atau mengubah perhatian.

Gangguan itu berkembang dalam jangka pendek (umumnya dalam hitungan jam hingga beberapa hari), cenderung berfluktuasi dalam sehari. Delirium dapat juga disertai gangguan kognisi, berupa defisit memori (pelupa), disorganisasi, disharmonisasi dalam hal bahasa, kemampuan visuospasial, atau persepsi.

Prevalensi delirium dalam komunitas hanya sekitar 1-2 persen, namun di rumah sakit angkanya meningkat hingga 14-24 persen. Insiden delirium meningkat selama masa hospitalisasi dari 6 persen hingga 56 persen. Di antara pasien lansia yang dirawat di ICU, insiden delirium dapat mencapai 70,87 persen.

Dari sisi usia, delirium mudah dibedakan dari demensia. Delirium sering dijumpai pada usia kurang dari 12 tahun dan lebih dari 40 tahun, dan lebih umumnya lagi dijumpai pada orang berusia lebih dari 50 tahun.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load