Nia DaCosta Jadi Sutradara Sekuel "Captain Marvel"

Kamis , 06 Agustus 2020 | 13:57
Nia DaCosta Jadi Sutradara Sekuel
Sumber Foto: Wowkeren.
Captain Marvel.

JAKARTA - Nia DaCosta disebut akan menjadi sutradara dari sekuel "Captain Marvel", mengganti Anna Boden dan Ryan Fleck yang mengarahkan film pertamanya, dilansir Deadline, Kamis.

Marvel dikenal selalu mengganti sutradara untuk seri film berikutnya agar dapat memberikan warna baru, seperti pada "Thor", "Iron Man" dan "Captain America". Meski demikian pihak Disney dan Marvel Studios belum memberikan komentarnya.

Pihak studio telah bertemy dengan beberapa kandidat, namun DaCosta disebut memiliki keunggulan. DaCosta juga sudah bertemu dengan pimpinan Marvel, Kevin Feige selama akhir pekan. Selain itu Megan McDonnel, seorang tim penulis di serial Marvel "WandaVision" akan bertindak sebagai penulis naskah untuk sekuel "Captain Marvel" dan Brie Larson kembali menjadi bintang utamanya.

Pada film pertama, Carol Danvers (Brie Larson) adalah seorang manusia yang terlibat dalam perang antara dua ras alien, Kree dan Skrulls yang bisa berubah bentuk. Bertahan dari ledakan besar yang ada di mesin alien memberinya kekuatan luar biasa sehingga mengubahnya sebagai Captain Marvel, dia pun menjadi salah satu pahlawan paling kuat di Marvel Cinematic Universe.

"Captain Marvel" rilis pada Maret 2019 dengan memperoleh pendapatan sebesar 1,13 miliar dolar Amerika di seluruh dunia. Sementara itu, masuknya DaCosta dalam Marvel Cinematic Universe akan semakin menambah keragaman dalam filmnya, terutama dalam hal individu di belakang kamera.

DaCosta akan bergabung dengan para pembuat film wanita yang kuat lain seperti Chloe Zhao dan Cathy Yan yang sukses menyutradarai film dari buku komik besar seperti Marvel dan DC. Nama DaCosta mulai dikenal sejak menjadi sutradara film indie "Little Woods".

Film ini mendapat pujian kritis. Hal tersebut menempatkannya sebagai eksekutif produser dan produser termasuk Jordan Peele, yang memilihnya untuk mengarahkan "Candyman".



Sumber Berita:: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load