Benarkah Minyak Ikan Harus Dihindari Penderita Asam Urat?

Rabu , 05 Agustus 2020 | 22:23
Benarkah Minyak Ikan Harus Dihindari Penderita Asam Urat?
Sumber Foto: Pixabay.
Minyak ikan akan bantu atasi peradangan jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

JAKARTA - Penderita asam urat diharuskan menghindari semua jenis makanan yang kandungan purinnya tinggi seperti makanan laut, lantas bagaimana dengan suplemen minyak ikan? Minyak ikan dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk mengontrol sistem imun pada tubuh, menjaga fungsi otak dan membantu kontrol kolesterol serta lemak tubuh.

Akan tetapi banyak penderita asam urat takut mengkonsumsi minyak ikan, mengingat suplemen minyak ikan berasal dari ikan laut dalam yang kandungan purinnya sangat tinggi. Ketika Anda mengkonsumsi makanan dengan purin tinggi, tubuh akan memecahnya menjadi kristal yang kemudian membentuk asam urat yang mengendap di bagian sendi.

Karena itu, beberapa orang khawatir bahwa mengonsumsi minyak ikan dapat memperburuk asam urat. Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston, Amerika Serikat melakukan penelitian untuk menentukan hubungan antara konsumsi asam lemak omega-3 dan risiko asam urat.

Hasilnya menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 memiliki potensi yang sangat tinggi untuk mengurangi risiko serta gejala akut dari asam urat. "Efek anti-inflamasi pada minyak ikan berpotensi tinggi untuk mengurangi radang akibat asam urat. Kendati demikian, tiap orang harus memiliki kontrol pada konsumsi minyak ikan harian karena kondisi tubuh yang berbeda-beda," ujar salah satu peneliti Tuhina Neogi seperti dikutip dari laman Healio, Rabu. 

Mengkonsumsi minyak ikan dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan "lemak jahat" dalam tubuh dan mengurangi peradangan. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa sakit, bengkak, kemerahan dan kerusakan sendi yang terkait dengan asam urat.

"Dalam penelitian terhadap 724 pasien asam urat, pasien yang mengkonsumsi satu butir minyak ikan per hari memiliki gejala asam urat yang jauh lebih rendah dibandingkan yang sama sekali tidak mengkonsumsi minyak ikan," kata Neogi. Kendati demikian, pasien yang mengkonsumsi lebih dari dua butir minyak ikan per hari, justru mengalami peningkatan gejala asam urat.

"Signifikansi klinis dari temuan ini adalah adanya sinyal yang menunjukkan bahwa omega-3 memiliki peran penting dan manfaat dalam mengurangi gejala dan risiko asam urat jika dikonsumsi dalam dosis yang sesuai," ujar Neogi.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load