Apa Perbedaan Pre-eklampsia pada Ibu Hamil dan Hipertensi?

Minggu , 02 Agustus 2020 | 09:28
Apa Perbedaan Pre-eklampsia pada Ibu Hamil dan Hipertensi?
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Beberapa ibu hamil berisiko terkena pre-eklampsia atau komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, namun yang penting diketahui adalah pre-eklampsia tidak sama dengan hipertensi.

Pre-eklampsia tidak memiliki gejala khusus, namun kebanyakan penderita pre-eklampsia memiliki ciri bertekanan darah tinggi dan terdapat protein pada urine. Pre-eklampsia biasanya dimulai setelah usia kehamilan 20 minggu pada wanita yang tekanan darahnya normal.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Rudy Kurniawan, Sp.PD mengatakan pre-eklampsia hanya bisa terjadi pada kondisi hamil. Dia juga menegaskan bahwa pre-eklampsia bukanlah penyakit hipertensi.

"Kalau kita berbicara apakah hipertensi sama dengan pre-eklampsia? Tentu tidak, karena hipertensi adalah bagian dari pre-eklampsia. Dan kenapa bisa terjadi pre-eklampsia? Ada banyak faktornya," kata dr Rudy dalam bincang-bincang daring Tropicana Slim, Sabtu. Beberapa faktor penyebab pre-eklampsia di antaranya gangguan pada metabolisme saraf umum seperti obesitas, hormonal dan genetik.

"Gangguan obesitas biasanya lebih tinggi berisiko mengalami pre-eklampsia, lalu ada hormonal. Saat hamil kan terjadi perubahan hormon pada tubuhnya maupun terjadi interaksi hormon dengan si janinnya," ujar dr Rudy.

"Ada beberapa kondisi tertentu yang meningkatkan risiko pre-eklampsia seperti kondisi genetiknya, kalau lebih parah lagi nanti jadi eklampsia," kata dr Rudy melanjutkan. Untuk mencegah kondisi pre-eklampsia, ada baiknya ibu hamil selalu menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan makanan dan selalu rutin memeriksakan kehamilan.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load