Microsoft Team Hadirkan Mode Unik yang Dinamai Together

Kamis , 09 Juli 2020 | 13:35
Microsoft Team Hadirkan Mode Unik yang Dinamai Together
Sumber Foto: Microsoft.
Tampilan Together mode pada Microsoft Team dengan latar auditorium. Fitur Together mode memungkinkan peserta video call di satukan dalam satu tempat virtual.

JAKARTA - Mengikuti rapat atau pertemuan virtual yang panjang kadang melelahkan juga membosankan, dan Microsoft mencoba mengatasi masalah itu dengan meluncurkan fitur Together Mode di aplikasi Team baru-baru ini. Together Mode di Microsoft Team akan menyatukan semua peserta konferensi video seolah-olah benar-benar bertemu di satu tempat.

Secara virtual, ini tampaknya akan lebih menyenangkan. Anda dan rekan-rekan kerja bisa disatukan di ruang virtual, seperti auditorium, ruang pertemuan atau 0, sehingga semua terlihat seperti sedang di tempat yang sama bersama-sama.

Fitur baru ini menghilangkan kotak-kotak tradisional, menciptakan lingkungan yang menurut pengguna memiliki dampak mendalam pada nuansa konferensi video. Mode Together dibangun untuk memberi kesan bahwa semua orang bisa memandang seluruh orang dalam grup dalam cermin virtual besar, solusi unik namun sederhana dan pastinya memberi pengalaman baru.

Otak orang terbiasa untuk menyadari orang lain berdasarkan lokasi mereka, dan efek cermin membuat otak lebih sulit untuk melihat penyimpangan kontak mata. Itulah beberapa kualitas yang memudahkan setiap orang untuk memberi tahu bagaimana mereka merespons satu sama lain.

"Kami adalah makhluk sosial, dan sistem kesadaran sosial dan spasial di otak akhirnya dapat berfungsi lebih alami dalam Together Mode," kata peneliti Microsoft, Jaron Lanier, di blog resmi Microsoft, dikutip, Kamis. Ide untuk membuat fitur ini datang dari Lanier dan rekannya, Jeremy Bailenson, profesor Universitas Stanford yang meneliti kualitas komunikasi digital dan perilaku.

Ide ini berawal dari keinginan untuk menyatukan pembawa acara atau penyaji pertunjukan daring dengan para pemirsanya. Untuk memahami kelelahan saat panggilan video, Bailenson, direktur pendiri Laboratorium Interaksi Manusia Virtual Stanford, menyisir selama beberapa dekade penelitian tentang komunikasi dan menemukan beberapa penyebab utama.

Misalnya, katanya, jika wajah seseorang tampak besar di bidang visual Anda di kehidupan nyata, secara otomatis dan tanpa sadar ada reaksi saraf dalam tubuh Anda yang meresponsnya. Dan dalam panggilan video, sering kali ada kotak dengan wajah banyak orang yang mengisi kotak. Banyak yang harus ditangani oleh sistem saraf tubuh Anda, katanya.

Mary Czerwinski, seorang psikolog kognitif di Microsoft, mengatakan isyarat sosial non-verbal sangat otomatis sehingga anggota audiens bahkan dapat menyinkronkan pernapasan mereka dengan pembicara. "Ada semua jenis isyarat halus--anggukan kepala, isyarat wajah, bahasa tubuh-- yang kami gunakan untuk menunjukkan bahwa kami memiliki masalah, atau kami ingin berbicara, atau kami setuju atau tidak setuju," kata Czerwinski.

Menggunakan Together Mode, kata dia,"Saya telah melihat orang-orang membungkuk dan saling mengetuk. Saya telah melihat orang-orang melakukan kontak mata satu sama lain yang tidak duduk berdekatan. Jadi orang sekarang dapat mempraktikkan beberapa pensinyalan sosial yang akan mereka lakukan dalam kehidupan nyata."

Tampilan Together mode sama untuk semua orang di rapat, tidak seperti tampilan kisi yang menampilkan video peserta di lokasi yang berbeda di layar setiap orang dan menampilkan kotak seseorang berdasarkan siapa yang berbicara. Karena seluruh area otak dikhususkan untuk memori spasial, konsistensi Together mode adalah cara "besar" mengurangi beban kognitif panggilan video.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load