Motor Listrik Bertanda Tangan Jokowi Laku Rp2,55 Miliar

Senin , 18 Mei 2020 | 03:39
Motor Listrik Bertanda Tangan Jokowi Laku Rp2,55 Miliar
Sumber Foto: Istimewa.
Motor Listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo yang laku Rp2,55 miliar.

JAKARTA - Motor listrik buatan anak bangsa yang bertanda tangan Presiden Jokowi akhirnya laku Rp2,5 miliar dalam lelang di konser "Berbagi Kasih Bersama Bimbo", Minggu. "Cara lelang silahkan telepon sebutkan nama kemudian verifikasi, kemudian sebutkan jumlah yang akan di bid. Terus siapa pun pemenangnya transfer duitnya," kata juru lelang saat  membuka lelang.

Proses lelang motor listrik yang dipandu oleh pembawa acara Choky Sitohang dan Andy F. Noya itu berlangsung seru dan alot. Antusiasme dari masyarakat Indonesia begitu besar mengikuti lelang yang keuntungannya akan didonasikan untuk penanganan COVID-19.

Lelang sempat di buka dengan harga Rp700 juta dari salah satu penelpon yang kemudian jumlahnya terus bertambah setiap menit hingga mencapai angka Rp1,5 miliar. Para selebritas yang dilibatkan untuk menerima telpon dari peserta lelang pun nampak kewalahan menerima panggilan telpon yang masuk untuk menawar motor listrik bertanda tangan Jokowi tersebut.

"Kami harus ambil keputusan kepada siapa motor listrik buatan anak negeri bertanda tangan presiden Jokowi ini kami lepas," ujar Choky Sitohang sebelum menutup lelang. Akhirnya motor listrik bertanda tangan Jokowi itu pun jatuh ke tangan warga asal Jambi bernama M. Nuh yang berhasil menawar dengan cepat di harga Rp2.550.000.000.

Konser "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" digelar MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tujuannya, menggalang dana bagi korban dan masyarakat terkena dampak COVID-19.

Konser yang disiarkan langsung oleh TVRI dan beberapa stasiun televisi swasta itu juga dimeriahkan oleh penampilan dari sederet musisi ternama seperti Rossa, Via Vallen, Lyodra, dan tentu penampilan Bimbo dengan membawakan lagu-lagu andalannya.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load