5 Strategi Keuangan Saat Ramadhan di Tengah Pandemik

Jumat , 24 April 2020 | 14:15
5 Strategi Keuangan Saat Ramadhan di Tengah Pandemik
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi pengaturan keuangan.

JAKARTA - Ramadhan tiba, namun kali ini dijalani dalam suasana berbeda. Pandemi virus corona baru (COVID-19) membuat masyarakat tetap berada di rumah untuk mencegah semakin menyebarnya wabah virus itu.

Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakibatkan kegiatan bisnis dan perekonomian menjadi lesu. Banyak yang finansialnya terdampak pandemi COVID-19. Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing Communications, PT Avrist Assurance mengingatkan di tengah suasana ekonomi yang serba tidak pasti seperti saat ini, sebaiknya kita mengencangkan ikat pinggang.

Berikut lima cara mengatur keuangan saat puasa di tengah pandemi COVID-19.

1. Cek dan pahami kondisi finansial Anda

Banyak yang tidak menyadari keadaan kondisi keuangan sendiri. Penting untuk ditahui, bagaimana situasi COVID-19 ini mengubah kondisi finansial. Kekagetan akan kasus COVID-19 di bulan Maret 2020 kemarin, ternyata membuat tagihan membengkak karena membeli hand sanitizer dan perlengkapan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Tiba-tiba banyak orang menjadi khawatir dan melakukan aksi panic buying atau belanja berlebihan. Coba cek apakah saat ini kehidupan finansial lebih besar pasak daripada tiang? Ketahui kondisi keuangan tiga bulan ke depan. Apakah sumber pendapatan masih stabil dan aman? Berapa jumlah tabungan dan cicilan?

"Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, kamu akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan. Mendisiplinkan diri kamu untuk mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan," kata Ernest pada Jumat.

2. Bikin budget bulanan

Mengatur budget berarti mengatur gaya hidup, maka mulailah dengan membuat daftar pengeluaran rutin. Alokasikan pengeluaran menjadi tiga kategori. Yang pertama, adalah kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga (listrik, gas, air, paket internet). Kemudian, alokasikan 5-10 persen untuk dana darurat.

Tabungan, deposito, emas, dan Reksa Dana Pasar Uang adalah pilihan instrumen keuangan yang memenuhi cocok untuk menyimpan dana darurat karena mudah di akses, cukup likuid dan aman. Kebutuhan kedua seperti kebutuhan pelengkap sebesar 5%, seperti takjil, kopi atau makanan. Kebutuhan ketiga yang bersifat hiburan seperti berbelanja baju, gadget dialokasikan 5%.

Dengan membuat budget akan membantu dalam menentukan pos keuangan mana yang menjadi prioritas. Jika kebutuhan utama telah terpenuhi, maka Anda bisa mengeluarkan uang untuk berbelanja. Usahakan agar ketiga kebutuhan ini tidak melampaui dari 30 persen total pengeluaran bulanan.

3. Aktif mencatat jumlah pengeluaran

Diperlukan disiplin dan pengawasan dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran. Dengan menulis catatan pengeluaran harian menggunakan aplikasi budgeting cerdas (contoh: YNAB) atau akan membantu kamu memonitor berapa uang yang telah kamu habiskan dan berapa sisa jatah budget.

"Make sure you keep your budget on track. Jadwalkan waktu khusus, satu kali dalam seminggu untuk bisa me-review semua pengeluaranmu," kata Ernest. Memberi hadiah atau reward pada diri sendiri dibolehkan hanya jika kita sukses meminimalisir pengeluaran.

4. Optimalkan THR untuk tujuan finansial jangka panjang

"THR itu bukan bonus tambahan yang bisa kamu langsung habiskan untuk daftar wishlist. THR itu adalah rejeki tambahan yang berguna untuk kelangsungan hidup kamu. Prioritaskan THR kamu untuk membayar utang, membangun dana darurat, berinvestasi dan berasuransi," ungkap Ernest lagi.

Buatlah finansial goal yang bermakna untuk hidup kamu dengan THR. Think big for your future. Kamu bisa memulai untuk mengalokasikan sebagian dana untuk dana pensiun, dana haji juga untuk DP rumah," kata Ernest. Ernest menambahkan wabah corona mengajarkan pentingnya untuk memiliki dana darurat, safety net.

"Ketidakpastian dalam hidup dapat mendatangi kita kapanpun, semudah membalik telapak tangan. Baru kita sadari betapa pentingnya memiliki uang tabungan dan perlindungan asuransi yang mumpuni," kata dia. Di saat seperti ini, aset kesehatan menjadi merupakan prioritas nomor satu.

"Bagi kamu yang belum memiliki asuransi untuk proteksi kesehatan, ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah cerdas untuk segera berasuransi," kata dia. "Salah satu cara untuk memproteksi dana yang kita miliki adalah dengan memiliki asuransi bagi keluarga," kata Ernest.

5. Bijak menggunakan uang

Bersiaplah menghadapi godaan diskon dan tawaran spesial promo menyambut lebaran. "Jika sulit untuk diri kamu menahan tawaran konsumtif tersebut, boleh sementara dihapus aplikasinya dan di mute dulu notifikasi dari brand-brand kesayangan." Dahulukan kewajiban seperti membayar zakat fitrah untuk kamu dan keluargamu," jelasnya.

"Jika ada dana berlebih, alangkah baiknya memberikan uluran tangan bagi saudara yang membutuhkan. No one has ever become poor by giving more," kata Ernest lagi. Meski COVID-19 membuat puasa tahun ini jadi lebih berat dari biasanya, di balik semua itu ada hikmah dan kesempatan untuk memiliki waktu lebih banyak di rumah.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load