Daimler dan Volvo Bekerja Sama Kembangkan Mesin Hidrogen

Rabu , 22 April 2020 | 12:54
Daimler dan Volvo Bekerja Sama Kembangkan Mesin Hidrogen
Sumber Foto: Daimler.
Produksi mesin kendaraan hidrogen di Daimler AG.

JAKARTA - Daimler Truck AG dan Volvo Group sepakat mendirikan perusahaan patungan untuk mengembangkan mesin sel bahan bakar (fuel cell) yang akan digunakan pada truk-truk mendatang buatan kedua perusahaan.

Daimler akan mengkonsolidasikan semua operasi sel bahan bakar saat ini ke perusahaan patungan, sedangkan Volvo Group akan mengakuisisi 50 persennya senilai 0,6 miliar euro (sekira Rp10,1 triliun). Tujuannya kesepakatan itu adalah untuk mengembangkan, memproduksi, dan mengkomersialkan sistem sel bahan bakar untuk aplikasi kendaraan tugas berat dan kasus penggunaan lainnya.

“Kebutuhan akan transportasi akan terus tumbuh. Benar-benar transportasi netral-CO2 dapat dicapai melalui tenaga listrik dengan energi yang berasal dari baterai atau dengan mengubah hidrogen menjadi listrik," kata Martin Daum, Ketua Dewan Manajemen Daimler Truck AG dan Anggota Dewan Manajemen Daimler AG, dikutip Rabu.

“Elektrifikasi transportasi jalan raya adalah elemen kunci dalam mewujudkan apa yang disebut Green Deal Eropa yang netral karbon dan akhirnya dunia yang netral karbon. Menggunakan hidrogen sebagai pembawa listrik hijau untuk memberi daya truk listrik dalam operasi jarak jauh adalah salah satu bagian penting dari teka-teki, dan pelengkap kendaraan listrik baterai dan bahan bakar terbarukan."

"Menggabungkan Volvo Group dan pengalaman Daimler di bidang ini untuk mempercepat laju pengembangan adalah baik bagi pelanggan kami maupun bagi masyarakat secara keseluruhan," kata Martin Lundstedt, Presiden dan CEO Volvo Group. Volvo Group dan Daimler Truck AG akan berbagi 50/50 dalam kepemilikan usaha patungan.

Kedua perusahaan ini akan beroperasi sebagai entitas yang independen dan otonom, dengan Daimler Truck AG dan Volvo Group terus menjadi pesaing di semua bidang bisnis lainnya. Kerja sama patungan ini akan mengurangi biaya pengembangan untuk kedua perusahaan dan mempercepat pengenalan pasar sistem sel bahan bakar dalam produk yang digunakan.

Perjanjian pendahuluan yang ditandatangani tidak mengikat. Perjanjian final diharapkan pada Q3 dan ditutup sebelum akhir tahun 2020. Semua transaksi potensial tunduk pada pemeriksaan dan persetujuan oleh otoritas persaingan usaha yang bertanggung jawab.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load