GVV Kembali Dibuka untuk Percepat Pertumbuhan Start-up

Selasa , 03 Maret 2020 | 19:05
GVV Kembali Dibuka untuk Percepat Pertumbuhan Start-up
Sumber Foto: ANTARA.
Perusahaan teknologi Grab kembali meluncurkan program pengembangan talenta digital Grab Ventures Velocity (GVV) Angkatan 3 di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

JAKARTA - Perusahaan teknologi Grab kembali membuka platform pengembangan talenta digital Grab Ventures Velocity (GVV) Angkatan 3 untuk mempercepat pertumbuhan startup di Indonesia.

“Dengan misi Grab for Good, kami selalu yakin kami ingin mengembangkan startup-startup. Kedua, dengan kolaborasi, semua menjadi lebih cepat dan bisa menjadi besar sama-sama dan berhasil sama-sama,” ujar Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam acara peluncuran “Grab Ventures Velocity” di Jakarta, Selasa.

Grab Ventures Velocity (GVV) merupakan perpanjangan tangan dari inovasi terbaru dan usaha ventura Grab yang telah dimulai sejak tahun 2018. Tahun ini, GVV Angkatan 3 kembali mengambil tema besar “Memberdayakan Pengusaha Mikro” dengan dua jalur berbeda yaitu Restaurant Value Add Services dan B2B Logistic.

Jalur pertama bertujuan untuk merangkul startup yang menghadirkan solusi digital bagi pemilik UKM di bidang restoran untuk restoran untuk dapat menumbuhkan bisnisnya, mengurangi biaya, dan melancarkan operasionalnya.

Jalur kedua menargetkan startup yang dapat menghadirkan disrupsi digital dalam industri logistik dengan inovasi dalam warehousing dan trucking space. Neneng menjelaskan pendaftaran GVV terbuka untuk seluruh startup di Indonesia maupun South East Asia, dimulai hari ini, dan ditutup 31 Maret.

“Kami memberikan kesempatan untuk mereka menjadi bagian dari ekosistem platform kita, dan memberikan kesempatan dibimbing,” kata Neneng. Mereka yang terpilih sebagai GVV Angkatan 3 akan berkesempatan dapat proyek perdana di platform Grab, yang memungkinkan startup untuk mengetahui pertumbuhan bisnis berdasarkan jumlah pelanggan Grab.

Mereka juga akan mendapat bimbingan dari C level startup, termasuk C level Grab, untuk mengetahui cara mengembangkan bisnis dan sukses menjadi unicorn. Selain meluncurkan GVV Angakatan 3, Grab juga melakukan kemitraan strategis dengan BRI Ventures dalam rangka mendukung pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia.

Sesuai dengan komitmennya untuk mendukung ekosistem startup di Indonesia, Grab Ventures dan BRI Ventures menandatangani MoU kemitraan strategis untuk menciptakan inisiatif bersama yang baru dalam rangka meningkatkan komunitas startup Indonesia.

Kedua entitas akan menyatukan ekosistem Grab dan BRI untuk menciptakan peluang pertumbuhan yang unik bagi startup baru di Indonesia. ”Digitalisasi ini menjadi prioritas pemerintah untuk membangun ekosistem yang memungkinkan kerjasama. Ini penting perlu ada kemitraan, untuk dapat menghubungan supply dengan market yang besar,” ujar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, Teten Masduki.

Senada dengan Teten, GVV Angkatan 3 juga mendapatkan dukungan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate yang berharap program tersebut dapat menjadi akselerator sekaligus “mak comblang.” “Harapannya dengan disediakannya infrasturktur ini terbuka ruang digital yang besar, para petani, nelayan, small medium enterprise, ikut ambil bagian di dalam marketplace,” ujar Johnny.

“Untuk ambil bagian dan tidak ketinggalan bermigrasi dari offline ke online business branding dengan baik dan go international dengan skala seperti Grab yang global looking, melihat ruang digital secara global,” Johnny menambahkan.

Dari 2 angkatan sebelumnya, GVV telah mendorong pertumbuhan 15 startup yang bertujuan untuk menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi konsumen sehari-hari menggunakan teknologi. Sepuluh startup tersebut merupakan startup asal Indonesia dan enam dari mereka merupakan lulusan GVV Angkatan 2, yaitu TaniHub, Qoala, Tamasia, Porter, Sayurbox, dan Pergiumroh.

Setelah lulus, mereka terus memperoleh dukungan dari Grab untuk dapat menawarkan layanan mereka kepada pengguna Grab dan juga GrabKios. Hingga saat ini, lulusan GVV telah memberdayakan lebih dari 117.000 pengusaha mikro.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load