Satu Pekerjanya Positif Corona, Hyundai Tutup Pabrik di Ulsan

Jumat , 28 Februari 2020 | 18:25
Satu Pekerjanya Positif Corona, Hyundai Tutup Pabrik di Ulsan
Sumber Foto: Asia Times.
Seorang pegawai di depan pabrik Hyundai.

ULSAN - Seorang pekerja Hyundai Motor dinyatakan positif terinfeksi virus corona sehingga memaksa perusahaan mobil itu menghentikan sementara produksi di salah satu pabriknya di Ulsan, Korea Selatan.

Saham pembuat mobil itu turun lebih dari 5 persen setelah kabar tersebut, sementara pasar yang lebih luas di Korsel turun 2,6 persen, menurut laporan NDTV, Jumat. Penutupan tersebut jadi kemunduran baru bagi Hyundai Motor.

Ini mengingat secara bertahap Hyundai baru memulai kembali produksi di pabrik-pabrik lokal yang dilanda kekurangan suku cadang China setelah wabah corona. Korea Selatan merupakan negara dengan kasus corona terbanyak di luar China.

Wabah corona memengaruhi perusahaan-perusahaan seperti Samsung dan Hyundai. Korea Selatan pada hari Jumat melaporkan 256 kasus baru, sehingga jumlah total yang terinfeksi di negara itu menjadi 2.022 orang.

Seorang juru bicara serikat pekerja mengkonfirmasi bahwa seorang pekerja telah dites positif terinfeksi corona, tetapi dia tidak memiliki rincian lebih lanjut. "Perusahaan juga telah menempatkan kolega yang melakukan kontak dekat dengan karyawan yang terinfeksi dalam karantina sendiri dan mengambil langkah-langkah untuk menguji mereka terhadap kemungkinan infeksi," kata Hyundai Motor dalam rilis berita.

Ulsan berjarak kurang dari satu jam dari Daegu, pusat wabah corona di Korea. Hyundai mengoperasikan lima pabrik mobil di Ulsan, yang memiliki kapasitas produksi tahunan 1,4 juta kendaraan, atau hampir 30 persen dari produksi global Hyundai.

Hyundai mempekerjakan 34.000 pekerja di kompleks pabrik mobil terbesar di dunia itu. Pabrik ini memproduksi kendaraan sport seperti Palisade, Tucson, Santa Fe dan Genesis GV80. Sebelumnya, pabrik yang dikelola pemasok Hyundai Seojin Industrial kembali dibuka Rabu 26/2/2020 setelah sebelumnya ditutup akibat pekerja yang terinfeksi virus di sana meninggal. 

Di sisi lain, maskapai top Korea Selatan, Korean Air Lines Co Ltd, mengatakan pada hari Jumat akan memangkas jumlah penerbangan ke Amerika Serikat pada bulan Maret. Maskapai ini akan memeriksa suhu penumpang yang bepergian ke Amerika Serikat sebelum naik.

Penumpang dan kru dengan suhu lebih tinggi dari 37,5 derajat Celcius tidak akan diizinkan untuk terbang. Ini dilakukan setelah salah satu pramugari yang melayani rute Incheon ke LA telah dites positif terkena virus.



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load