Banjir Mengepung, Hati-hati 5 Penyakit Berikut!

Rabu , 26 Februari 2020 | 19:15
Banjir Mengepung, Hati-hati 5 Penyakit Berikut!
Sumber Foto: Unsplash/Olga Kononenko.
Ilustrasi orang sakit yang dirawat di rumah sakit.

Jakarta – Hujan yang turun terus-menerus di kawasan Jakarta beberapa hari ini membuat sebagian wilayah Jakarta terendam banjir. Diperkirakan curah hujan masih akan tinggi dalam beberapa minggu ke depan. Untuk itu, bagi Anda yang rumahnya ikut terendam banjir jangan lupa untuk selalu memperhatikan kesehatan pada diri dan keluarga Anda.

Saat banjir datang, selain mengganggu aktivitas, banjir juga terkadang menyiksa masalah kesehatan yang berkepanjangan. Berbagai penyakit bisa saja datang dan terbawa bersama banjir yang kerap menimbulkan penyakit di musim hujan. Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering datang di musim hujan yang harus kita waspadai.

1. Bisa menyebabkan kematian, hati-hati dengan demam berdarah

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit berbahaya apabila mengalami keterlambatan dalam penangannya. Penyakit ini sering kali terjadi akibat virus yang dibawa oleh nyamuk berjenis aedes aegypti atau aedes albopictusini pada saat musim hujan hingga perkembangbiakannya meningkat.

Biasanya penyakit ini diawali dengan nyeri di otot, sendi, dan tulang, panas hingga 40 derajat celcius, nafsu makan berkurang, mual hingga muntah. Segera lakukan penanganan pertama dengan membawa orang dengan gejala tersebut ke rumah sakit terdekat. Anda bisa melakukan langka 3 M dalam mencegah demam berdarah; menguras bak mandi, menutup tempat air, dan memanfaatkan barang-barang bekas.

2. Makanan kotor bisa akibatkan diare

Saat musim hujan dan banjir datang penyebab utama diare biasanya akibat konsumsi makanan yang sudah terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Saat terkena diare penderita akan membuang air besar dalam frekuensi lebih banyak dari biasanya. Ini berbahaya karena bisa menimbulkan kekurangan cairan pada tubuh penderitanya. Untuk mencegah diare, biasakan mencuci tangan dengan sabun minimal selama 20 detik di air yang mengalir, buang sampah pada tempatnya, dan selalu memperhatikan kebersihan serta kesehatan pada makanan yang akan Anda konsumsi.

3. Penyakit kulit yang mengganggu 

Ketika rumah Anda tergenang banjir, Anda akan berhubungan kontak langsung dengan genangan air yang kotor. Hal ini yang menyebabkan sejumlah masalah kulit seperti iritasi, infeksi, jamur, hingga eksim yang disebabkan oleh bakteri atau mikrooganisme yang terkandung didalam genangan air banjir. Kulit yang memerah, perih dan gatal merupakan gejala awal gangguan kulit. Untuk menghindarinya, cobalah untuk mengenakan sepatu bot, pelindung tangan, dan kurangi risiko terkena kontak langsung dengan air genangan banjir. Segera cuci bagian tubuh Anda yang terkena air banjir dengan air bersih dan sabun.

4. Hati-hati, penyakit flu mungkin sepele, namun berbahaya 

Di musim penghujan dan banjir ini, beberapa penyakit yang sangat rentan terjadi salah satunya adalah flu. Penyakit ini biasanya menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga lanjut usia akibat virus yang menyebar melalui cairan tubuh yang terkontaminasi seperti air liur atau ingus.

Untuk itu, jika gejala flu sudah muncul pada diri Anda seperti demam, tubuh linu, batuk, sakit tenggorokan yang disertai dengan masalah pada hidung, jangan anggap ini biasa. Terlebih jika di rumah Anda ada anak kecil yang lebih rentan terkena penyakit. Untuk menghindarinya, selalu cuci tangan Anda, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, konsumsi vitamin C, dan lakukan vaksinasi flu untuk menghindari penyakit ini.

5. Sudah jarang terjadi, namun penyakit malaria masih bisa ditemukan di Indonesia

Malaria merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang terjadi akibat gigitan nyamuk jenis  Anopheles betina yang terinfeksi. Parasit akan mulai masuk ke dalam aliran darah dan berkembang biak di hati ketika Anda tergigit nyamuk tersebut.

Biasanya gejala awal ini disertai dengan demam yang muncul dan hilang, mual, rewel (jika terjadi pada anak), menggigil, napas lebih cepat, hingga hilang kesadaran saat sudah menjangkit otak. Penyakit ini merupakan penyakit serius yang terbukti fatal terutama pada bayi dan balita. Oleh karena itu segera konsultasikan ke dokter saat Anda merasakan atau melihat gejalanya.(M-1/E-4)



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load