Pasar Industri Kreatif Padang Luar Biasa Menjanjikan

Rabu , 29 Januari 2020 | 06:30
Pasar Industri Kreatif Padang Luar Biasa Menjanjikan
Sumber Foto: Unsplash.
Ilustrasi UMKM.

PADANG - Pemerintah Kota Padang telah membentuk Komite Ekonomi Kreatif untuk mengungkit daya saing pertumbuhan ekonomi di daerah itu. Wali Kota Padang Mahyeldi menyampaikan pada 2017 Kota Padang telah ditetapkan oleh Badan Ekonomi Kreatif sebagai kota kreatif di bidang seni pertunjukan yang didukung oleh subsektor fesyen, kuliner, kriya dan aplikasi.

"Untuk itu, Kota Padang sebagai kota kreatif harus menggerakkan partisipasi dan berkolaborasi bersama semua pemangku kepentingan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya. Wali Kota menyampaikan Pemko Padang mengupayakan jumlah pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif terus meningkat. Upaya ini ditindaklanjuti dengan kegiatan pembinaan dan promosi melalui pelatihan dan pameran sebagai wadah untuk memasarkan produk.

“Selain itu, Pemkot Padang juga membangun komitmen, membenahi regulasi dan mengaktualisasikan berbagai kebijakan pendukung sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat,” katanya. Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Syuhandra mengatakan peningkatan kemudahan berusaha yang menjadi prioritas Pemkot Padang lima tahun ke depan dalam rangka pencapaian pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Pertumbuhan ekonomi inklusif mengandung makna pertumbuhan yang merata di semua sektor dan juga di semua klaster pelaku ekonomi sehingga tidak saja dirasakan oleh pelaku usaha besar, katanya. "Ini menjadi tantangan bagi kita semua bagaimana pertumbuhan ekonomi di usaha mikro bisa dominan kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi Kota Padang," tuturnya.

Sejalan dengan itu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang menilai daerah itu potensial bagi pengembangan ekonomi kreatif karena berdasarkan riset yang dilakukan memiliki sejumlah potensi yang menjanjikan.

Tenaga kreatif erat kaitannya dengan sumber daya manusia, saat ini di Padang tersedia 38 SMK, 48 SMA dan 60 perguruan tinggi, kata Kepala Bappeda Kota Padang Medi Iswandi. Menurut Medi masyarakat Kota Padang memiliki jiwa kewirausahaan yang dominan dan menyukai tantangan.

"Hal ini dapat dilihat dari penyebaran suku Minangkabau yang ada di seluruh Indonesia," ujarnya. Kemudian jumlah usaha mikro,kecil dan menengah di Padang mencapai 95 persen dan hanya lima persen usaha dengan skala besar. Ia juga menemukan masih banyak masyarakat yang bekerja di industri kerajinan yang mencintai pekerjaan yang dilakukan.

Padang juga memiliki potensi aset dan budaya yang melimpah ditandai dengan maraknya industri perfilman yang mengangkat tema budaya dan lokasi pengambilan gambar di Padang. Pada sisi lain ia melihat saat ini industri perhotelan, pasar modern, tradisional galeri oleh-oleh juga terus berkembang di Padang.

Industri-industri ini menjadi pusat meeting, incentive, convention dan exhibition. Semua itu juga didukung oleh akses pembiayaan bagi UKM karena tersedia Koperasi Jasa Keuangan Syariah di 104 kelurahan yang ada, ujarnya.(E-4/ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load