Ingin Kurus? Ini Tips Turunkan Berat Badan Arya Permana

Jumat , 24 Januari 2020 | 09:34
Ingin Kurus? Ini Tips Turunkan Berat Badan Arya Permana
Sumber Foto: Andreas Lee/USS Feed.
Arya Permana pernah viral sebagai bocah tergemuk di dunia saat berusia 10 tahun.

JAKARTA - Arya Permana, bocah obesitas asal Karawang, Jawa Barat yang dulu untuk sekedar menunjuk sesuatu saja sulit, kini sudah mampu bermain sepak bola. Bobot tubuh yang menyusut kurang lebih sekitar 110 kilogram dari semula sekitar 193 kilogram, menjadi salah satu alasannya.

Apa yang dia jalani selama tiga tahun terakhir untuk menurunkan berat badan, ternyata bukan proses yang menyiksa dirinya. Ade Rai, binaragawan yang menjadi salah satu motivator Arya mengatakan, ada pola diet hingga latihan fisik yang Arya jalani, namun tak dipandang sebagai beban.

"Santai saja dia. Enggak ada beban. Lihat saja Instagramnya, (unggahan tentang) saya kurus, mana ada," kata dia kepada Antara melalui sambungan telepon, Kamis (23/1).

"Saya pikir suatu hal yang wajar saja Arya bisa turun berat badannya. Tetapi menurut saya, penurunan Arya ini murni karena Arya sendiri. Saya lebih sekedar memotivasinya saja sebagai bagian dari orang-orang yang peduli akan perilaku sehat," imbuh Ade.

Dari sisi latihan fisik, Arya memulai dari sekedar berdiri dan berjalan. Untuk memotivasi Arya berdiri, Ade menghadiahkan gim video kesukaan Arya. Syaratnya, dia harus berusaha memainkannya sambil berdiri dan disanggupi. Saat sudah mampu berdiri, Arya perlahan diminta berjalan. Kini, Arya sudah bisa melakukan latihan fitnes seperti gerakan squad, menarik beban, memukul bola hingga mengangat barbel.

"Dia tidak ada program, tetapi dia kan bermain ya jadi bergerak terus. Bayangin punya anak kecil usia 5,10 tahun mana pernah diam di rumah. Sekarang sudah bergerak normal. Latihan tangan, dada, menggunakan alat," papar Ade. "Arya masuk tahap satu latihan, ketika berat badan turun. Kedua, mengubah komposisi tubuhnya menjadi lebih baik ketika jumlah otot lebih banyak dari lemak," imbuh dia.

Dari sisi makanan, setidaknya dua jenis asupan yang perlahan Arya kurangi (namun disesuaikan dengan kebutuhan tubuh) yakni bahan makanan mengandung tepung seperti mi instan dan gorengan, serta berkalori tinggi. Memang ini relatif tak mudah, karena Arya awalnya merengek meminta gorengan di waktu-waktu tertentu.

"Kebalikannya Arya sekarang sudah tidak seperti itu lagi. Sudah jarang (meminta gorengan)," kata Ade. Pola makan sehat dan berimbang termasuk pilihan variasi makanan sehat juga Ade informasikan pada orang tua Arya. Ade berharap, cerita Arya bisa menjadi pelajaran berharga sekaligus inspirasi bagi semua orang terutama yang ingin menurunkan berat badan badannya ke bobot normal.(E-4/ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load