Waspada Swap SIM! Ini 5 Langkah Cegah Pembobolan Rekening

Selasa , 21 Januari 2020 | 13:39
Waspada Swap SIM! Ini 5 Langkah Cegah Pembobolan Rekening
Sumber Foto: Pixabay.
(Ilustrasi) Jaga kerahasiaan kode-kode di ponsel Anda untuk menghindari pembobolan rekening.

JAKARTA - Kemajuan teknologi membuat kebutuhan untuk melindungi data pribadi kita semakin tinggi. Perusahaan-perusahaan. besar yang kurang melindungi data penggunanya membuat kita menjadi sasaran empuk pencurian data. Terlebih, para kriminal yang beraksi setelah mendapatkan kata kunci akun kita juga bisa menguras uang kita yang kita simpan di tempat aman sekalipun seperti bank.

Kasus yang dialami wartawan senior Ilham Bintang dan artis Maia Estianty seharusnya cukup membuat kita paham atas bahaya SIM swapping. Kartu SIM yang kita gunakan membuat kita bisa tekoneksi pada jaringan yag kita butuhkan. SIM swapping terjadi saat kartu SIM Anda dikopi atau disalin ke kartu SIM lain.

Sebenarnya SIM swap sendiri bukan hal yang aneh, Anda bisa saja meminta SIM baru ke provider karu Anda karena kartu lama Anda rusak atau kehilangan ponsel. Namun, metode ini ternyata bisa digunakan pelaku kejahatan karena mereka bisa mengakses data-data sensitif yang Anda miliki yang terkoneksi ke nomor tersebut, misalnya akun perbankan.

Ketika pelaku kejahatan ini sudah mendapatkan akses ke nomor ponsel Anda, tidak hanya bisa menggunakan paket internet, telepon, dan SMS yang Anda miliki, mereka juga bisa mengakses pesan-pesan yang Anda terima. Pesan-pesan inilah yang menjadi lumbung emas pelaku kejahatan. Kenapa? Sebab seringkali orang menggunakan two-factor authentication (2FA) seperti kode OTP di akun perbankan, dompet fintech, atau akun belanja daring.

2FA ini sebenarnya membantu Anda melindungi akun Anda namun dari sini pelaku bisa juga mengetahui aplikasi-aplikasi yang Anda gunakan dan mengaksesnya. Ketika si pelaku kejahatan bisa mengakses akun Anda, ia bisa mengubah password Anda, mentransfer uang, atau melakukan apapun yang mereka inginkan dengan akun Anda tersebut. Lalu mungkinkah untuk melindungi data Anda dan menghindari swap SIM? Berikut lima langkah yang bisa membantu Anda.

1. Gunakan aplikasi otentifikasi

Hanya karena swap SIM seringkali menggunakan 2FA, bukan berarti Anda harus menonaktifkannya. Anda bisa menggunakan aplikasi otentifikasi yang biasanya akan meminta Anda memasukkan enam digit kode yang bisa disesuaikan dan diset dengan server aplikasi yang Anda gunakan. Google, Microsoft, Amazon, Facebook, Twitter adalah beberapa aplikasi yang memiliki fitur ini. Beberapa aplikasi otentifikasi 2FA misalnya Authy, LastPass, dan 1Password. Satu akun otentifikasi ini bisa membantu semua kode aplikasi Anda berapa banyak akun pun yang Anda gunakan.

2. Gunakan email

Aplikasi otentifikasi seringkali memiliki keterbatasan. Karenanya, daripada menggunakan metode 2FA yang terkoneksi pada SMS, jika memungkinkan lebih baik Anda menggunakan otentifikasi yang tekoneksi pada email Anda. Jika swap SIM terjadi, si pelaku akan mendapatkan akses pada SMS, namun tidak dapat mengakses email Anda. Jika Anda menggunakan otentifikasi pada email, pastikan Anda menggunakan aplikasi otentifikasi atau otentifikasi berbasis prompt yang ditawarkan oleh Apple atau Google sehingga pelaku kriminal tidak bisa masuk ke email Anda menggunakan kode 2FA yang dikirim ke ponsel Anda.

3. Set PIN untuk kartu SIM Anda

Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kartu SIM adalah mengaktifkan PIN yang bisa diset ke penyedia layanan jaringan Anda. Beberapa penyedia layanan menawarkan pembuatan PIN saat Anda mengaktifkan kartu Anda. Beberapa penyedia layanan lain bisa membantu Anda mengesetnya dengan mendatangi gerai servis center mereka. Mengeset PIN akan membantu Anda mengamankan data Anda. Sebab pelaku kejahatan perlu memasukkan PIN SIM sebelum melakukan swap.

4. Set PIN untuk ponsel Anda

Beberapa ponsel memiliki pengaturan untuk mengunci SIM yang digunakan dalam ponsel tersebut. Artinya, Anda perlu memasukkan kode saat Anda mengganti SIM di slot SIM tertentu. Bahkan, jika ponsel Anda menggunakan sim ganda, Anda perlu memasukkan kode PIN untuk mempertukarkan posisi SIM ini. Mengeset SIM ini akan membantu Anda mengamankan ponsel Anda jika ponsel Anda dicuri, hilang atau ditemukan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

5. Lindungi data-data pribadi Anda dan jangan mudah terkecoh dengan kode USSD

Melindungi data pribadi adalah hal yang krusial di era kemajuan teknologi pada saat ini. Terlebih untuk data-data sensitif seperti nama, nomor KTP, alamat, nomor ponsel, nama perusahaan tempat kita bekerja, bahkan nama ibu kandung. Data-data yang ada di KTP, SIM, dan paspor juga tidak selayaknya Anda siarkan. Sebab data-data ini bisa digunakan dalam proses verifikasi swap SIM. Anda perlu waspada jika ada aplikasi, arahan, atau email/SMS yang meminta Anda mengakses kode tertentu. Sebab kode ini bisa membuat Anda meneruskan panggilan dan kode OTP ke pelaku kejahatan.(E-4)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load