Facebook Kumpulkan Lebih dari USD 34 Juta untuk Kebakaran Australia

Rabu , 15 Januari 2020 | 07:17
Facebook Kumpulkan Lebih dari USD 34 Juta untuk Kebakaran Australia
Sumber Foto: Pixabay.
Facebook digunakan sebagai platform mengumpukan sumbangan kebakaran hutan Australia.

JAKARTA - Facebook mencatat lebih dari 19.000 penggalangan dana untuk kebakaran hutan di Australia telah dilakukan di platform-nya sejak sepekan terakhir, yang menghasilkan donasi lebih dari 50 juta dolar AS (sekitar Rp687,9 miliar). Dalam situs resmi Facebook, Kepala Aplikasi Facebook, Fidji Simo, Jumat (10/1), menyebutkan bahwa bantuan dan sumbangan tersebut berasal dari lebih dari 75 negara.

Facebook mencatat penggalangan dana terbesar dilakukan oleh aktor dan komedian Australia, Celeste Barber, yang telah mengumpulkan lebih dari 34 juta dolar AS dari lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia untuk bantuan kebakaran.

Penggalangan dana lainnya dilakukan oleh Layanan Informasi dan Penyelamatan Satwa, NSW, yang telah mengumpulkan lebih dari 9 juta dolar AS dari hampir 300.000 orang untuk bantuan terhadap jutaan spesies yang terancam punah akibat kebakaran hutan, termasuk 30 persen di antaranya adalah populasi koala.

Facebook juga mengatakan bahwa mereka yang terdampak kebakaran hutan berkumpul bersama menggunakan Grup Facebook untuk berbagi informasi dan saling mendukung. Ada lebih dari 9.000 anggota di grup Bushfire Emergency Accomodation di Canberra yang menghubungkan orang-orang yang mengungsi dari rumah mereka dengan mereka yang dapat menyediakan akomodasi.

Untuk membantu mendukung dan memperkuat upaya komunitas, Facebook telah memberikan donasi sebesar 1 juta dolar AU (sekitar Rp9,5 miliar) kepada GlobalGiving, yang menyerahkan dana ke organisasi lokal. Facebook juga menyumbang 250.000 dolar AU (sekitar Rp2,37 miliar) kepada Palang Merah Australia untuk mendukung upaya bantuan dan pemulihan.

"Terima kasih kepada semua orang yang telah menyumbang dan mendukung mereka yang terkena dampak. Kami terinspirasi oleh kemurahan hati orang-orang di Facebook dan kekuatan alat ini untuk menyatukan orang dan membuat perbedaan," ujar Simo.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan karena krisis sedang berlangsung, dan kami berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi holistik," tambah dia.(E-4/ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load