Kebumen: Sepotong Keindahan di Selatan Jawa

Sabtu , 16 November 2019 | 09:29
Kebumen: Sepotong Keindahan di Selatan Jawa
Sumber Foto: Travelingyuk.
Sate ambal adalah sate khas kebumen dengan kacang kedelai sebagai bahan utama bumbunya.

KEBUMEN - Dalam perjalanan Anda dari Jakarta menuju Jawa Tengah, tidak ada salahnya jika Anda melipir sejenak ke kabupaten kecil di selatan Jawa ini. Mungkin, Anda seperti saya—tidak memiliki ekspektasi apa-apa ketika mengunjungi kabupaten ini. Tetapi, apa yang saya lihat ternyata di luar perkiraan. Ya, Kebumen ternyata menyimpan banyak potensi wisata yang tidak kalah dibandingkan daerah di Jawa Tengah lainnya.

Roda mobil bergerak meninggalkan jalan Tol Pejagan menuju arah selatan. Sekitar dua jam kemudian, jalan mulai terasa naik-turun, rupanya untuk menuju ke Kebumen kami harus melewati daerah pegunungan, tepatnya kaki Gunung Slamet. Sekitar lima jam kemudian, kami memasuki kabupaten kecil itu: Kebumen. Kebumen adalah daerah yang tidak terlalu padat—tentu saja jika dibandingkan dengan Jabodetabek. Mayoritas penduduknya hidup dari bertani, maka tak heran hamparan sawah menghijau mudah sekali kita temukan di kanan-kiri kami, bahkan di sela-sela bangunan rumah-rumah di pinggir jalan.

Layaknya jalanan-jalanan di Jawa Tengah yang tersusun rapih, suasana Kebumen mengingatkan pada suasana kota kabupaten lainnya di provinsi Jawa Tengah. Jalanan-jalanan yang cukup mulus, lalu lintas yang tidak terlalu padat, penjual makanan kecil yang menjajakan makanan, juga suasana alun-alun kabupaten yang bisa membuat orang yang lahir di tanah ini merasa rindu. Kabupaten Kebumen memang kecil menawarkan kehidupan yang nyaman dan jauh dari hiruk-pikuk metropolitan.

Kuliner yang menggoda

Perjalanan menuju Kebumen memang tidak terlalu macet, namun jarak berkendara yang cukup jauh membuat kita mungkin tetap merasa lelah. Jika Anda telah sampai di Kebumen, tidak ada salahnya untuk mampir mencicipi penganan khas Kebumen, sate ambal. Salah satu warung sate yang biasa direkomendasikan adalah warung sate Pak Kasman. Yang berdiri di pinggir jalan Daendels. Warung sate ini sudah ada sejak tahun 70-an dan sampai sekarang masih jadi warung sate paling favorit di Kebumen.

Sate ambal terasa berbeda dibandingkan dengan sate lainnya yang bisa kita temukan, misalnya sate madura. Daging ayam di sate ambal biasanya sudah terasa gurih dan enak walau kita belum menggunakan bumbu satenya. Dari bumbunya, bahan yang digunakan pun kacang kedelai, alih-alih kacang tanah.

Jangan khawatir ada banyak penganan khas Kebumen lain yang bisa Anda coba dalam napak tilas kuliner Anda, misalnya nasi penggel, soto tamanwinangun, bahkan yutuk goreng yang gurih untuk menemani Anda menyantap nasi pecel. Semuanya bisa Anda dapatkan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, penjaja kuliner di kabupaten-kabupaten kecil di Jawa Tengah biasanya tidak mematok harga terlalu mahal.

Wisata alam khas pantai selatan

Ketika perut Anda sudah nyaman dan terisi penuh, pertanyaan selanjutnya, lokasi wisata apa yang bisa kita temukan di Kebumen? Kalau Anda adalah penggemar pantai, Kebumen menawarkan pantai-pantai cantik seperti Pantai Menganti, Pantai Ayah, dan Pantai Pecaron.

Pantai-pantai yang menghadap Samudera Hindia memang memiliki karakter ombak yang cukup besar yang mungkin membuat Anda ragu untuk berenang. Tetapi sekadar berjalan-jalan merasakan kaki kita menapak di pasir pantai yang lembut dan menghabiskan waktu bersama orang terkasih sambil menikmati matahari terbenam di pantai-pantai ini tentu bisa jadi catatan tersendiri dalam hidup Anda.

Anda yang ingin merasakan udara segar khas perbukitan, Bukit Pentulu Indah merupakan lokasi yang pas. Di sini Anda tidak hanya bisa menikmati matahari terbit, lokasinya yang berada di area yang cukup tinggi membuat daerah ini juga mampu menampilkan keindahan matahari terbenam. Layaknya di daerah dengan ketinggian, di sini Anda bisa menemukan deretan tanaman pinus yang menambah kesejukan.

Jika Anda menginginkan wisata yang lebih menantang, Gua Barat yang menakjubkan bisa Anda singgahi. Dalam gua dengan hamparan bebatuan stagtit dan stalagmit ini, Anda akan menemukan air terjun dengan ketinggian 35 meter. Tidak heran jika gua ini menjadi salah satu tujuan utama wisata religi. Jika Gua Barat menyajikan tampilan gua yang alami, Gua Jatijajar menampilkan hamparan stalagtit dan stalagmit yang dipadukan dengan diorama atau patung-patung yang mengisahkan legenda Raden Kamandaka dan Lutung Kasarung.

Benteng Van der Wijck

Wisata sejarah tentu tidak boleh ketinggalan disebutkan. Sekitar 25 km dari tengah Kabupaten Kebumen ke arah Gombong, Anda bisa menemukan Benteng Van der Wijck—sebuah barak yang dibangun Belanda pada tahun 1818 untuk meredam perlawanan Pangeran Diponegoro.

Bangunan berusia 200 tahun ini masih terlihat berdiri kokoh dan tampak kontras dibandingkan daerah sekitarnya. Kini, bangunan ini difungsikan sebagai sekolah calon Tamtama dan barak militer TNI AD. Ada bagian bangunan yang kini dipergunakan sebagai hotel sehingga Anda bisa bermalam dan merasakan suasana unik di kawasan ini.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load