• Selasa, 7 Februari 2023

Elon Musk Kesal dengan Otoritas, Twitter Bakal Berhenti Menegakkan Kebijakan Mencegah Disinformasi Covid 19

- Rabu, 30 November 2022 | 13:40 WIB
Elon Musk Kesal dengan otoritas, Twitter bakal berhenti labeli disinformasi. (ANTARA)
Elon Musk Kesal dengan otoritas, Twitter bakal berhenti labeli disinformasi. (ANTARA)

SINAR HARAPAN - TWITTER mengatakan berhenti menegakkan kebijakan yang dimaksudkan untuk mencegah penyebaran informasi yang salah tentang Covid 19.

Ini karena pemilik baru media sosial itu, Elon Musk berselisih dengan pejabat AS mengenai aturan keamanan pandemi.

Elon Musk dilaporkan terus membuat ulang kebijakan moderasi kontennya.

Baca Juga: Kondisi Twitter Makin Buruk, Eksekutif Keamanan Utama dan Orang Kepercayaan Elon Musk Mengundurkan Diri

Langkah itu dilakukan setelah miliarder itu mengaktifkan kembali banyak akun di jaringan media sosial yang sebelumnya telah dilarang karena melanggar aturan kontennya.

Salah satu contohnya adalah akun mantan presiden AS Donald Trump.

"Efektif 23 November 2022, Twitter tidak lagi memberlakukan kebijakan informasi menyesatkan Covid 19," bunyi pesan yang diposting di Twitter.

Baca Juga: Buntut Kekisruhan Kebijakan Elon Musk, Balenciaga Hengkang dari Twitter

Selama pandemi, Twitter melabeli tweet yang menyesatkan tentang Covid dan mem-boot pengguna yang terus menyebarkan informasi yang salah tersebut.

Konten yang dilarang termasuk pernyataan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi orang agar melanggar pedoman otoritas kesehatan.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada, Kanker Juga Bisa Menyerang Anak-anak

Sabtu, 4 Februari 2023 | 18:04 WIB
X