• Rabu, 30 November 2022

Slamet Rahardjo: Tuhan Begitu Mencintai Saya, Modal Saya Cuma Jujur...

- Selasa, 22 November 2022 | 23:25 WIB
Aktor Slamet Rahardjo usai meraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Jakarta, Selasa (22/11/2022) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Aktor Slamet Rahardjo usai meraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Jakarta, Selasa (22/11/2022) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

SINAR HARAPAN--Slamet Rahardjo mengaku heran di usianya yang 73 tahun masih mendapat Piala Citra dari Festival Film Indonesia (FFI) 2022.

"Heran, Tuhan begitu mencintai saya. Modal saya cuma satu, jujur. Tidak bohongi diri sendiri," ujar Slamet usia menerima Piala Citra FFI 2022 di Jakarta, Selasa.

Pada kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Slamet mengalahkan beberapa aktor lain seperti Rukman Rosadi, Reza Rahadian, Arswendy Bening Swara, dan Elang El Gibran.

Slamet memperoleh Piala Citra atas perannya sebagai Dewa dalam film "Cinta Pertama, Kedua & Ketiga".

Aktor kelahiran 21 Januari 1949 ini mengatakan prestasi di dunia perfilman tidak memandang usia, baik aktor muda maupun tua sama-sama memiliki hak untuk mendapat Piala Citra atas usahanya.

Menurut Slamet, yang terpenting dalam menjadi seorang aktor adalah menjadi diri sendiri dan mencintai pekerjaan di dunia film.

"Dari tahun 1970 saya sudah berada di film. Saya cuma titip pesan, cintailah pekerjaanmu jika kamu menetapkan itu adalah profesimu. Jangan gadai profesimu," kata Slamet.

Daftar lengkap pemenang Piala Citra FFI 2022:

Pemeran Utama Perempuan Terbaik
Ladya Cheryl (Seperti Dendam, Harus Dibayar Tuntas)

Pemeran Utama Pria Terbaik
Marthino Lio (Seperti Dendam, Harus Dibayar Tuntas)

Sutradara Terbaik
Edwin (Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas)

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik
Putri Marino (Losmen Bu Broto)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Slamet Rahardjo Djarot (Cinta Pertama, Kedua & Ketiga).

Penulis Skenario Asli Terbaik
Makbul Mubarak (Autobiography)

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
Edwin, Eka Kurniawan (Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas)

Pengarah Sinematografi Terbaik
Batara Goempar, I. C. S (Before, Now & Then (Nana))

Pengarah Artistik Terbaik
Vida Sylvia (Before, Now & Then (Nana))

Penata Efek Visual Terbaik
Abby Eldipie (Pengabdi Setan 2: Communion)

Penyunting Gambar Terbaik
Akhmad Fesdi Anggoro (Before, Now & Then (Nana))

Penata Suara Terbaik
Mohamad Ikhsan, Anhar Moha (Pengabdi Setan 2: Communion)

Baca juga:
Intip Kemeriahan Jelang Gelaran Festival Film Indonesia 2022
Penata Musik Terbaik
Ricky Lionardi (Before, Now & Then (Nana))

Pencipta Lagu Tema Terbaik
Monty Tiwa, Andi Rianto (Melangkah) - Backstage

Penata Busana Terbaik
Gemailla Gea Gerantiana (Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas)

Penata Rias Terbaik
Eba Sheba (Kadet 1947)

Film Animasi Pendek Terbaik
Blackout (Sutradara dan Produser: Faiz Azhar)

Film Cerita Pendek Terbaik
Dancing Colors (Sutradara: M. Reza Fahriansyah, Produser: Said Nurhidayat)

Film Dokumenter Panjang Terbaik
Ininnawa: An Island Calling (Sutradara: Arfan Sabran, Produser: Nick Calpakdjlan, Mark Olsen)

Film Dokumenter Pendek Terbaik
Gimbal (Sutradara: Sidiq Ariyadi, Produser: Irnayani Dina Mahmudah)

Karya Kritik Film Terbaik
Perempuan Sebagai Ilusi: Politik Seksual Film Love

Lifetime Achievement
Rima Melati

Aktor Pilihan Penonton
Vino G. Bastian (Miracle in Cell no 7)

Aktris Pilihan Penonton
Aghniny Haque (Mencuri Raden Saleh)

Film Pilihan Penonton
Mencuri Raden Saleh***

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X