• Rabu, 30 November 2022

Salah Satunya Penyakit Menular Seksual, Waspada Masalah Kesehatan yang Muncul Setelah Bencana

- Selasa, 22 November 2022 | 11:32 WIB
Salah satunya penyakit menular seksual, waspada masalah kesehatan yang muncul setelah bencana. (Dok BNPB)
Salah satunya penyakit menular seksual, waspada masalah kesehatan yang muncul setelah bencana. (Dok BNPB)

SINAR HARAPAN - GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan berbagai masalah kesehatan yang timbul sesudah bencana.

Salah satu bencana misalnya gempa di Cianjur pada Senin 21 November 2022, bahkan termasuk gagal multi organ.

"Atau infeksi berat sampai dapat terjadi sepsis dan lainnya," ujarProf Tjandra melalui pesan eletroniknya, Selasa.

Baca Juga: Latihan Fisik Penting untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular Juga Menjaga Stamina dan Ketahanan Tubuh

"Tentu juga perlu diwaspadai perburukan penyakit kronik yang memang sudah ada pada warga sejak sebelum gempa," ujarnya lagi.

Prof Tjandra juga mengingatkan adanya kemungkinan merebaknya penyakit menular.

Yaitu penyakit yang ditularkan melalui air atau water-borne disease, penyakit menular lewat makanan atau foodborne disease.

Baca Juga: Kebiasaan Mencuci Tangan Pakai Sabun: Tampak Sepele Namun Membantu Mencegah Penyakit Menular

Ini adalah penyakit paru dan pernapasan serta penyakit yang menular melalui kontak langsung antar manusia.

Menurut dia, masalah-masalah ini harus diantisipasi sejak sekarang.

Upaya pencegahan terhadap dampak kesehatan selanjutnya, sesudah yang terjadi di jam-jam dan hari-hari pertama sesudah gempa perlu dilakukan.

Baca Juga: Tak Kenal Maka Tak Bisa Mencegah, Ketahui Penyakit Osteoporosis yang Diidap Sekitar 10 Juta Orang di Amerika

"Segera menerapkan strategi pengendalian penyakit, baik menular maupun tidak menular yang kronik," kata dia yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.

Lebih lanjut, langkah kesehatan yang juta perlu dilakukan yakni penilaian cepat apa yang dibutuhkan segera.

Atau rapid needs assessments dan mengevaluasi sumber daya yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan yang diperlukan.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X