Keren! Desainer Indonesia Buat Rancangan Jubah untuk Paus Fransiskus, Gunakan Motif Tenun Garut dan Bali

- Jumat, 28 Oktober 2022 | 15:42 WIB
Keren! Desainer Indonesia buat rancangan jubah untuk Paus Fransiskus, gunakan motif tenun Garut dan Bali. (ANTARA/HO)
Keren! Desainer Indonesia buat rancangan jubah untuk Paus Fransiskus, gunakan motif tenun Garut dan Bali. (ANTARA/HO)

SINAR HARAPAN - DESAINER Indonesia Musa Widyatmodjo mendapat kesempatan untuk mendesain dan merealisasikan kasula (jubah) untuk Bapa Suci Sri Paus Fransiskus.

Momen ini digunakan Musa untuk sekaligus memperkenalkan wastra Indonesia, seperti tertulis dalam keterangannya pada Jumat.

Desainer yang sudah lebih dari 30 tahun berkiprah di dunia fesyen itu mengangkat Tenun Garut yang dibuat menggunakan material sutera yang dibuat dengan cara tradisional.

Baca Juga: Paus Fransiskus Sampaikan Belasungkawa Atas Kematian Putri 'Otak Putin' Darya Dugina

Metodenya unik, yakni menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Meski membutuhkan waktu yang lumayan lama dalam pengerjaannya, hasil tenun sutera Garut memiliki ciri berupa permukaan tiga dimensi.

Inovasi inilah yang kemudian membuat kain sutera Garut kembali popular setelah sempat ‘turun’ di era ‘70an.

Baca Juga: Kembali dari Kunjungannya ke Kazakhstan, Paus Fransiskus Sebut Konflik di Ukraina 'Perang Dunia'

Tenun Garut merupakan karya industri rumahan dengan hasil material kain yang berkualitas," jelas Musa.

"Setiap helai benang ditenun dengan rasa cinta dan keahlian yang menghasilkan helai kain yang memiliki ‘jiwa’ dan pantas untuk dijadikan material Kasula Bapak Suci Sri Paus Fransiskus," kata Musa.

"Tenun jacquard sutera yang saya pilih memiliki tekstur yang membentuk motif geometrik white on white yang terlihat tegas sekaligus anggun," tambahnya.

Baca Juga: Paus Fransiskus Memohon pada Putin untuk Menghentikan Kekerasan dan Kematian di Ukraina

Lebih lanjut, Musa menjelaskan untuk stola, Musa menggunakan tenun songket Bali dengan dasar putih bermotif benang emas.

“Saya memilih Tenun Bali karena saya melihat Bali dikenal dengan kehidupan yang penuh kedamaian seiring dengan kesadaran bertoleransinya," katanya.

"Ini sekaligus mewakili keprihatinan saya atas situasi yang berkembang di banyak sudut dunia yang seperti kehilangan cinta kasih dan toleransi pada sesama," paparnya.

Baca Juga: Ditemukan di Sepanjang Laut Merah, Fosil Makhluk Laut Paus Eocene Raksasa Berusia 20 hingga 55 Juta Tahun

Kasula ini dipersembahkan oleh Ibu Stephanie Kesuma dan diserahkan langsung kepada Bapak Suci Sri Paus Fransiskus pada Oktober ini.

Selain untuk Bapak Suci Sri Paus Fransiskus, Musa Widyatmodjo juga didaulat membuatkan kasula untuk Govenor Vatican City Uskup Agung Fernando Vergez Alzaga

Juga Father Marchin Schmidt yang ia rancang dengan menggunakan tenun Garut dengan kombinasi batik Pekalongan.***

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X