Banyak Menghinggapi Generasi Z, FOMO Bikin Orang Memaksakan Diri Ikut Tren! Ini Langkah Menghadapinya

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 16:25 WIB
Banyak menghinggapi generasi Z, FOMO bikin orang memaksakan diri Ikut tren! Ini langkah menghadapinya. (Pixabay)
Banyak menghinggapi generasi Z, FOMO bikin orang memaksakan diri Ikut tren! Ini langkah menghadapinya. (Pixabay)

SINAR HARAPAN - DOSEN Komunikasi Politeknik Negeri Samarinda Almasari Aksenta menyarankan kalangan muda untuk mengurangi akses ke media sosial untuk mencegah perasaan fear of missing out (FOMO).

"Harus mengurangi akses terhadap media sosial agar tidak kecanduan," ujar Almasari dalam rilis pers yang diterima, Jumat.

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertema “Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Tengah Generasi Muda”, di Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Bikin Cemas, Stres, Hingga 'Cyberbullying', Waspadai Efek Buruk Media Sosial yang Perlu Diperhatikan

Acara ini digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Almasari menjelaskan bahwa FOMO adalah perasaan cemas, gelisah, dan takut kehilangan momen berharga yang dimiliki teman atau kelompok, sementara dia tidak terlibat di dalamnya.

Beberapa gejala FOMO adalah sulit lepas dari ketergantungan pada media sosial, selalu mengikuti tren, memaksa membeli barang tertentu agar tidak dianggap ketinggalan zaman.

Baca Juga: Media Sosial Angkatan Darat Inggris Di-hack, Peretas Tampilkan Muka Elon Musk dan Promo Bisnis Bitcoin Palsu

Juga karena ingin mendapat pengakuan di media sosial.

Dia menyebut bahwa gejala FOMO banyak menghinggapi generasi Z (generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2012).

“Gejala FOMO ini merupakan salah satu wujud dari kecemasan yang ditandai dengan adanya keinginan untuk selalu mengetahui apa yang orang lain lakukan, terutama di media sosial," kata dia.

Baca Juga: Psikolog: Waspada, Media Sosial Bermanfaat Buat Remaja Namun Bisa Akibatkan Hal-hal Negatif Berikut

Untuk mengurangi gejala FOMO, lanjut Almasari, bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti menghapus beberapa aplikasi yang tidak penting pada gawai.

Kemudian matikan gawai saat melakukan aktivitas dan jauhkan gawai dari tempat pribadi.

Menurut dia, perlu pembatasan penggunaan gawai secara disiplin dan tepat waktu, dan bila perlu gunakan alarm sebagai pengingat.

Baca Juga: 10 Ucapan Selamat Idul Fitri 2022, Cocok Jadi Status WhatsApp dan Media Sosial


“Semua dibutuhkan kesadaran diri yang disertai dengan komitmen tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) Meithiana Indrasari menilai fenomena FOMO salah satunya datang dari banjirnya arus informasi akibat pesatnya penggunaan internet, termasuk dari media sosial.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X