Waspada, Serangan Jantung Bisa Terjadi pada Orang dengan Usia Muda, Khususnya Bila Ada Faktor Ini

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:21 WIB
Waspada, serangan jantung bisa terjadi pada orang dengan ussia muda, khususnya bila ada faktor ini. (Emergency Physicians/Obat News)
Waspada, serangan jantung bisa terjadi pada orang dengan ussia muda, khususnya bila ada faktor ini. (Emergency Physicians/Obat News)

SINAR HARAPAN - SERANGAN jantung bisa terjadi pada orang berusia muda bila faktor risiko sudah muncul sejak awal atau bila ada faktor genetik penyakit jantung.

Ini dikatakan kata dokter jantung dr. Azlan Sain, Sp.JP dari RSUD Kabupaten Indramayu.

"Bila faktor risiko sudah muncul pada usia yang lebih muda, maka sangat mungkin serangan jantung juga akan terjadi pada usia yang lebih muda," kata Azlan kepada ANTARA, Kamis.

Baca Juga: Raja Salman Dirawat di Rumah Sakit, Jalani Tes Medis Setelah Penggantian Baterai Alat Pacu Jantung

Orang-orang yang terkena serangan jantung pada usia muda rata-rata punya faktor risiko genetik penyakit jantung.

Itu dibuktikan dengan adanya orangtua atau saudara sekandung yang meninggal akibat serangan jantung pada usia lebih muda.

Pada laki-laki, usia yang lebih muda artinya di bawah 55 tahun, sementara pada perempuan artinya di bawah 65 tahun.

Baca Juga: Aneh Bin Ajaib, Para Ilmuwan Menangkap Sinyal Radio 'Detak Jantung' Berjarak Miliaran Tahun Cahaya

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan faktor risiko penyakit jantung meliputi faktor yang bisa dimodifikasi dan tidak bisa dimodifikasi.

Faktor yang tak bisa dimodifikasi berupa usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga dengan serangan jantung yang meninggal pada usia yang lebih muda.

Sementara itu, faktor risiko yang dapat dimodifikasi berupa obesitas, merokok, kurangnya aktivitas fisik.

Baca Juga: Aduh, Usia Pasien Serangan Jantung di Indonesia Lebih Muda Tiga Tahun dari Eropa, Apa Penyebabnya?

Juga konsumsi alkohol berlebih, kadar lemak berlebih (dislipidemia), serta stres yang berlebihan.

Meski faktor risiko seperti usia dan jenis kelamin tak bisa diubah, seseorang bisa menganut gaya hidup sehat demi mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

"Saya pernah punya pengalaman, seorang laki-laki serangan jantung di usia 28 tahun, pada saat sedang main futsal," jelas dia.

Baca Juga: Salah Satunya Dada Seperti Ditindih Benda Berat, Kenali Gejala Serangan Jantung untuk Kurangi Risiko Kematian

"Diselidiki lebih lanjut, ternyata sudah memiliki kebiasaan merokok 2 bungkus per hari sejak kelas 3 SD," jelas dia.

Azlan menekankan kematian mendadak pada usia yang lebih muda, tidak selalu akibat serangan jantung.

Meskipun proporsi penyebabnya paling banyak memang masih disebabkan oleh serangan jantung, serangan akibat sumbatan pada pembuluh darah jantung.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X